Kredit Pintar Fasilitasi Kelas Edukasi & Literasi Keuangan Gratis untuk UMKM di Jogja

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 09 Oktober 2023 09:37 WIB
Kredit Pintar Fasilitasi Kelas Edukasi & Literasi Keuangan Gratis untuk UMKM di Jogja

Kelas Pintar Bersama bagi pelaku UMKM di Jogja digelar oleh Kredit Pintar sebagai program edukasi dan literasi keuangan secara gratis di Kolektif Collaboration Space, Sleman. Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pelaku UMKM di Jogja mendapat program edukasi dan literasi keuangan secara gratis dari Kredit Pintar di Kolektif Collaboration Space, Sleman.

Kegiatan bertajuk Kelas Pintar Bersama ini menghadirkan para narasumber kompeten untuk berbagi kiat dan menumbuhkan semangat berwirausaha pelaku UMKM.

Brand Manager Kredit Pintar Puji Sukaryadi menjelaskan program Kelas Pintar Bersama merupakan kegiatan edukasi untuk komunitas UMKM. Tujuannya untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemberdayaan wirausaha.

"Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kami untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM sekaligus meningkatkan skala usaha," katanya melalui siaran persnya, Senin (9/10/2023).

BACA JUGA: UMKM Kian Sulit Akses Kredit dari Bank, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebagai platform pinjaman digital yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lanjutnya, Kredit Pintar akan terus konsisten melakukan kegiatan edukasi dan literasi keuangan, utamanya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Terlebih bertepatan pula dengan agenda tahunan OJK yaitu Bulan Inklusi Keuangan yang berlangsung selama bulan Oktober setiap tahunnya. Hingga kini, kata Puji, Kredit Pintar telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp38 triliun, di mana sekitar 50% nasabah meminjam uang untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan.

Total peminjam Kredit Pintar sejak berdiri tahun 2017 telah berjumlah lebih dari 14 juta nasabah. "Kami hadir tak hanya untuk membantu memberikan akses keuangan inklusif melalui peran teknologi namun juga keuangan inklusif yang bertanggung jawab," katanya.

Untuk itu, sambung Puji, hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mengajukan pinjaman di pinjaman online adalah mengecek legalitas perusahaan, mengetahui bunga dan denda pinjaman, mengecek review platform tersebut di Google Play ataupun di App Store, website resmi perusahaan.

"Penting juga untuk diingat agar meminjam sesuai kebutuhan dan melunasi cicilan tepat waktu," tandasnya.

BACA JUGA: Launching KUR Super Mikro Bunga 3 Persen, Ganjar Berharap UMKM di Jateng Makin Maju

Dalam menyelenggarakan Kelas Pintar Bersama, pihaknya berkolaborasi dengan Bayu Bharotodiasto, seorang Pendamping UMKM, Fasilitator dan Trainer yang sekaligus juga Pemilik usaha Jazz Merchandise Store dan produk kuliner Pempek Buatan Ibu.

Bayu membagi ilmunya terkait dengan bagaimana membuat business plan meskipun modal yang dimiliki masih tergolong minim. “Saya menggunakan BMC (Business Model Canvas) yang pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder. BMC termasuk business plan yang sederhana, dapat digunakan untuk menentukan tujuan bisnis dan strategi bisnis,” jelas Bayu.

Lebih lanjut Bayu memaparkan bahwa dalam BMC, faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk kemudian dirancang strateginya. Mulai dari menentukan segmen pembeli atau konsumen, nilai tambah, channel komunikasi, distribusi dan pengiriman, hubungan dengan konsumen.

"Agar pembeli loyal, pembelian berulang ini butuh kepercayaan. Perlu juga dirancang pendapatan, modal, aktivitas bisnis, kolaborasi, hingga perhitungan biaya pengeluaran," paparnya.

"Meskipun modal usaha yang dimiliki masih tergolong minim, jangan ragu untuk tetap membuat perencanaan bisnis seperti BMC ini. Karena dari situ Anda secara sederhana sudah dapat menentukan tujuan dan strategi bisnis,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online