Standar Pelayanan Jalan Tol Diperketat, Aturan Baru Terbit Oktober
Kementerian PU mematangkan Permen SPM jalan tol. Operator wajib memenuhi standar pelayanan sebelum mendapat penyesuaian tarif.
Danau Toba menjadi tempat wisata yang bisa dikunjungi dari Medan/ Kemenparekraf
Harianjogja.com, SAMOSIR—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) akan melangsungkan beutifikasi pada Jembatan Aek Tano Ponggol di Danau Toba, Pulau Samosir, Sumatra Utara senilai Rp45 miliar.
Asisten Umum PJN Wilayah II Sumatera Utara, Belman Nainggolan menjelaskan bahwa beutifikasi dilakukan untuk mendorong Jembatan Tano Ponggol menjadi ikon baru di wilayah Danau Toba.
"Recana kita untuk beutifikasi tahun depan, anggarannya sekitar Rp45 miliar," tuturnya saat melakukan peninjaun langsung Jembatan Aek Tano Ponggol, dikutip Minggu (8/10/2023).
BACA JUGA : Danau Toba Dikartu Kuning UNESCO, Sandiaga: Ini Jadi Alarm
Secara lebih rinci, adapun sejumlah komponen yang bakal di beutifikasi antara lain, penanaman pohon di sekitar area jembatan, pengadaan akses istirahat para pedestrian berupa tempat duduk, hingga lampu penerangan.
Seiring dengan hal tersebut, Aek Tano Ponggol diharapkan mampu menjadi landmark baru di sekitar wilayah Danau Toba. Keberadaan Jembatan Aek Tano Ponggol juga diharapkan mampu mendongkrak geliat pariwisata di Danau Toba.
"Inilah salah satu pariwisata di Toba, jadi makin banyak yang akan datang kesini karena ini sebagai ikon Toba lainnya," tambahnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Jembatan Aek Tano Ponggol sendiri di bangun dengan nilai kontrak sebesar Rp173,07 miliar oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA).
Terkait rincian pendanaanya, pada 2020 proyek ini menyerap anggaran senilai Rp30 miliar. Kemudian pada tahun anggaran 2021 total dana yang diserap untuk memuluskan proyek ini yakni Rp48,54 miliar dan tahun 2022 Rp94,53 miliar.
BACA JUGA : Danau Toba Dikartu Kuning UNESCO & Status Global
Proyek ini telah rampung 100 persen pada Desember 2022 dan saat ini telah beroperasi. Di mana, Jembatan Aek Tano Ponggol memiliki total panjang 382,18 meter. Adapun, lebar lalu lintas jalur tercatat sebesar 8 meter. Sedangkan lebar total jembatan mencapai 12 meter.
Menjadi ciri khas dari jembatan ini adalah hadirnya tiga tiang pancang baja berwarna merah yang merepresentasikan konsep filosofis atau wawasan sosial-kultura adat batak yakni Dalihan Na Tolu.
"Ini pilon dari 3 tiang ini mengidentikkan Dalihan Na Tolu. Jadi di batak Dalihan Na Tolu itu terdiri dari tiga tungku yakni Somba marhulahula, Elek marboru, dan Manat mardongan tubu. Jadi ketiganya diikat dengan suatu kasih khas budaya Batak ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kementerian PU mematangkan Permen SPM jalan tol. Operator wajib memenuhi standar pelayanan sebelum mendapat penyesuaian tarif.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut