Benarkah PPPK Jadi PNS di 2027? Ini Fakta Sebenarnya
PPPK tidak otomatis menjadi PNS pada 2027. Guru PPPK memiliki jalur berbeda, dari paruh waktu ke penuh waktu hingga seleksi CPNS.
Tangkapan layar video viral PSHT diduga rusuh di depan Masjid Al Aqsa Klaten./Twitter @Jateng_Twit
Harianjogja.com, SOLO—Setelah bikin Kota Jogja mencekam, PSHT disebut-sebut kembali bikin onar, tetapi kali ini di Klaten, Jawa Tengah pada Selasa (6/6/2023) dini hari.
Pada Senin, 5 Juni 2023, sejumlah anak muda yang diduga anggota PSHT melakukan konvoi dari Solo menuju Jogja.
Akun Twitter @Jateng_Twit pun membagikan cuplikan video kerusuhan yang terjadi. Dituliskan, PSHT membuat rusuh tepatnya di depan Masjid Al Aqsa Klaten.
BACA JUGA: Seluk Beluk PSHT, Kelompok Pesilat yang Tawuran di Tamsis Jogja
"Terpantau PSHT Mulai rusuh di Klaten. Depan masjid Al Aqsha Klaten ati2 sedoyo mawon nggih," demikian keterangan yang dituliskan pengunggah.
Meski demikian, polisi mengatakan jika ribut-ribut yang terjadi di dekat Masjid Al Aqsha bukan tawuran.
Ribut-ribut tersebut terjadi saat sekelompok anggota salah satu perguruan silat dari arah timur dihalau oleh pihak berwajib ketika hendak menuju Jogja.
Aparat Polres Klaten telah mencegat rombongan konvoi kendaraan menuju arah Jogja saat melintas di wilayah tersebut, Senin (5/6/2023) tengah malam.
BACA JUGA: Cegah Bentrokan Susulan PSHT-Brajamusti, Polres Kulonprogo Siagakan Ratusan Personel
Sekitar 30 orang dari rombongan konvoi ditangkap dan diamankan.
“Ada informasi beberapa kelompok yang mengarah ke Jogja. Ini beberapa kami amankan dan kami identifikasi rata-rata warga dari luar Klaten. Ada Sukoharjo, Boyolali bahkan ada yang dari Jawa Timur,” jelas Kapolres Klaten, AKBP Warsono.
Kapolres Klaten juga mengatakan kebanyakan yang melakukan konvoi tersebut berusia di bawah 30 tahun.
“Tadi malam mereka ikut gerombolan dan sempat menutup jalan. Kami bubarkan. Makanya kami lakukan pembinaan dan kami identifikasi. Iya kami minta wajib lapor. Usia mereka di bawah 30 tahun,” kata Kapolres.
Tentu saja kepolisian waspada dengan berbagai kemungkinan yang terjadi. Apalagi, Jogja sempat dibuat mencekam akibat konflik yang melibatkan anggota PSHT dan suporter bola Brajamusti.
Viralnya keributan tersebut menjadi bahan perbincangan di media sosial dan dikhawatirkan memicu beragam aksi lainnya dari anggota lain.
“Ini yang menjadi pemicu terkadang di medsos menjadi ramai saling memprovokasi. Kami sampaikan kepada mereka, kami lakukan pembinaan agar jangan mudah terprovokasi. Harus berpikir panjang ke depannya. Kalau ikut-ikutan dan terjadi sesuatu yang rugi mereka sendiri,” lanjut Kapolres.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PPPK tidak otomatis menjadi PNS pada 2027. Guru PPPK memiliki jalur berbeda, dari paruh waktu ke penuh waktu hingga seleksi CPNS.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.