UNESCO Dukung Pariwisata Berkelanjutan kepada 50 Pemilik Homestay di Borobudur

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Rabu, 09 November 2022 21:37 WIB
UNESCO Dukung Pariwisata Berkelanjutan kepada 50 Pemilik Homestay di Borobudur

Agenda dukungan pariwisata berkelanjutan kawasan Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. - Harian Jogja/ist

Harianjogja.com, JOGJA—UNESCO mendukung Pemerintah Indonesia dengan memperkenalkan dukungan Pariwisata Berkelanjutan kepada 50 pemilik homestay di Borobudur, Jawa Tengah.

Program ini telah dirintis sejak April 2022 bekerja sama dengan Perkumpulan Inovasi Tangguh Indonesia (InTI) dan ViaVia Tour and Travel Yogyakarta.

Pemilik homestay Niagara yang berlokasi di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Haidar Imama, mengaku telah mengikuti rangkaian peningkatan kapasitas yang disampaikan UNESCO di Borobudur sejak Agustus 2022 hingga awal November 2022.

Setelah mengikuti rangkaian pendampingan pengembangan bisnis dari UNESCO, kini dirinya mampu menyusun rencana pengembangan bisnis homestay yang lebih baik.

“Salah satunya dengan menemukan pentingnya mempromosikan budaya dan jaringan lokal bersama dengan pemilik homestay lainnya di kecamatan Borobudur bahkan dengan dukungan pariwisata pemerintah setempat,” kata Imama dalam rilis kepada Harian Jogja, Rabu (9/11/2022).

Imama bersama pemilik homestay lainnya di Borobudur yang mendapat manfaat dari pendampingan teknis yang diberikan oleh UNESCO melalui InTI dan ViaVia Yogyakarta juga mendapat dukungan untuk penjenamaan homestay.

Kepala Unit Kebudayaan UNESCO Jakarta mengungkapkan pariwisata berkelanjutan adalah tentang menghormati aset budaya dan warisan alam lokal. Pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas juga akan membantu penghidupan masyarakat dalam jangka panjang.

“Sudah saatnya masyarakat menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan untuk beralih dari tren pariwisata masif yang telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir,” katanya.

Sebagai penghargaan dari partisipasi aktif para peserta selama pendampingan, Perkumpulan Inovasi Tangguh Indonesia dan Via Via Travel sebagai mitra pelaksana pelatihan juga mendistribusikan beberapa aset homestay tambahan.

Beberapa aset seperti tempat tidur tambahan, kipas angin, dispenser air, penyedot debu dan lain-lain, dipilih oleh pemilik homestay sendiri berdasarkan pada poin partisipasi yang mereka dapatkan.

Penambahan aset tersebut diharapkan juga dapat mendukung rencana pengembangan bisnis pemilik homestay. Melalui sesi pendampingan Sekolah Rebon, UNESCO telah berhasil menyampaikan beberapa prinsip pariwisata berkelanjutan seperti manajemen risiko dalam bisnis pariwisata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online