Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Seorang sukarelawan, untuk pekerjaan pemulihan, menyeka keringatnya saat istirahat karena gelombang panas di daerah yang terkena banjir di Kurashiki, Prefektur Okayama, Jepang, (14/7/2018)./REUTERS-Issei Kato
Harianjogja.com, SEMARANG -- Cuaca di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), dalam berapa hari terakhir terasa amat panas dan terik pada siang hari.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas yang terjadi di Kota Semarang pun berpotensi terus meningkat dan bahkan mencapai 39 derajat Celcius.
Koordinator Bidang Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Triyotomo, mengatakan suhu panas yang masih terasa hingga saat ini karena kondisi cuaca masih pada masa musim peralihan. Selain itu, pada September gerak semu matahari tepat berada di atas khatulistiwa.
“Tepatnya 23 September kemarin, posisi matahari tepat di atas ekuator [khatulistiwa]. Jadi untuk sekitar pantura timur, suhunya agak tinggi. Semarang rata-rata hanya 34,4 derajat Celcius, pantura timur mungkin malah di atas 35 derajat,” kata Triyotomo kepada Solopos.com, Rabu (28/9/2022).
Kendati demikian, suhu Kota Semarang akan berada pada puncak panas tertinggi pada Oktober nanti. Bahkan, saat puncaknya nanti suhu udara di Kota Semarang diprakirakan bisa mencapai 39,5 derajat Celcius.
BACA JUGA : Musim Penghujan di Jateng Lebih Cepat Datangnya
“Oktober nanti, tepat di atasnya Pulau Jawa [posisi matahari]. Kenapa di situ [Semarang] sangat tinggi [suhunya], secara klimatologis karena bulan itu [Oktober] tepat di atas Pulau Jawa,” terangnya.
Meski demikian, suhu yang telah diprakirakan itu akan berbeda dengan yang dirasakan nantinya. Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi panas atau tidaknya sengatan matahari.
“Tapi itu suhu yang terukur. Kalau yang dirasakan atau tidak terukur itu berbeda. Perbedaanya bisa 3-5 derajat celcius. Misal di Tugumuda, kenapa terasa sangat panas? Karena di sana ada aspal yang menguap karena panas matahari dan banyak gedung-gedung juga,” beber dia.
“Pegunungan agak sejuk, daerah selatan terutama karena anginnya dari arah timur. Jadi mereka membawa uap air, makanya cenderung dingin,” lanjut dia.
Terkait dampak cuaca panas dari sisi badan manusia, terang Triyotomo, yakni bisa menyebabkan gampang haus dan dehidrasi. Oleh karenanya, ia pun mengimbau agar masyarakat membawa pelindung kepala untuk mengurangi panas teriknya matahari.
“Jadi badan harus dilindungi, pakai penutup kepala [topi] atau payung. Terus pakai sunscreen juga bisa,” imbuh dia.
Sementara itu, warga Kecamatan Genuk, Ilham Bintang Sembunghajo, 25, tak menampik bila Semarang akhir-akhir ini sangat terasa panas. Khsuusnya, ketika melintas di sepanjang jalan Kalibanteng, Tugumuda dan Terminal Penggaron.
“Padahal suhunya kayanya cuma sekitar 35 derajat celcius. Tapi panas banget kaya neraka,” ujar Bintang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.
Ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.