5 Fakta Tanjung Verde, Debutan Piala Dunia 2026 Penantang Argentina
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n\r\n
Harianjogja.com, SEMARANG – Aksi Kekerasan di jalanan tanpa motif jelas alias klithih, selama ini kerap terjadi di Jogja. Ternyata, aksi serupa juga terjadi di Semarang dan viral di media sosial.
Jagat media sosial (medsos) tengah dihebohkan dengan aksi sekelompok remaja yang mengejar pengendara motor sambil menyabetkan senjata tajam. Kejadian yang viral di medsos ini diduga terjadi di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (3/4/2022) dini hari.
Video aksi remaja tersebut juga viral di medsos setelah dibagikan sejumlah akun, salah satunya akun @kejadiansmg. Dalam video tersebut, tampak dua orang tengah berboncengan dengan sepeda motor di jalan.
Namun, tiba-tiba datang seorang remaja yang diikuti temannya mengejar pengguna sepeda motor itu. Remaja itu juga melayangkan senjata tajam yang dipegangnya. Meski demikian, pengendara motor tak menghentikan laju kendaraannya untuk menghindari serangan sekelompok remaja tersebut.
“Kejadian dini hari tadi, sekitar pukul 01.00 menjelang sahur. Lokasi di Karang Kimpul Kaligawe. Tanggapanmu lur, opo njaluk tanggapane @lestykejora ? Hati hati, tetep fokus lan waspada, tag koncomu gen luwih ati2. 03.04.2022,” tulis akun @kejadiansmg.
Video aksi brutal para remaja ini pun menuai berbagai tanggapan dari warganet, khususnya yang berasal dari Kota Semarang. Mayoritas dari mereka menyayangkan aksi para remaja itu dan menilai aksi itu dilakukan hanya saat sedang berkelompok.
Sementara itu, video aksi remaja yang diduga terjadi di Kaligawe itu juga menarik perhatian Tim Elang Hebat Semarang (Tebas) Polrestabes Semarang. Melalui akun Instagram @timelang_hebatsemarang, Tim Elang Polrestabes Semarang bersama jajaran Polsek Gayamsari mengaku langsung melakukan tindaklanjut dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga langsung melakukan penyelidikan melalui bukti video yang viral di medsos tersebut.
“Ijiin sekiranya…Ada orangtua yg tahu salahsatu putranya ada di vidio ini mohon memberitahukan ke Kami…ijin karena Kami akan mencari dan menemukannya…Salam LIBAS???,” tulis akun @teamelang_hebatsemarang.
BACA JUGA: Sultan HB X Geram Klithih Kembali Renggut Nyawa
Unggahan @teamelang_hebatsemarang ini pun langsung mendapat reaksi dari warganet. Mayoritas warganet mendukung upaya Tim Elang Polrestabes Semarang meringkus para remaja yang terekam video tengah melakukan aksi brutal di jalanan itu.
“@teamelang_hebatsemarang Jangan lupa kasih salam olahraga di dalam penjara ndan ? kasih effect jera biar kapok ! ?,” tulis @melawan_sistem_dajjal.
“@teamelang_hebatsemarang Pokoke di gawe kapokk pakk, mboh pie carane,” sambung akun @fariz__ridwan.
“@teamelang_hebatsemarang nyuwun tulong jgn dilepas klo ketangkep ya ndan..kasih mereka tidur di sel dulu,biar ada efek jera ?,” tulis akun @ryanti.d.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
Pembebasan lahan tol Solo–Jogja di Bantul capai 667 bidang. Masih tersisa 101 bidang menunggu pembayaran UGR.
Prancis siapkan 30.000 AC untuk rumah sakit hadapi gelombang panas susulan. Layanan darurat masih kewalahan.
Argentina vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan analisis kekuatan kedua tim.
Lurah Garongan nonaktif Ngadiman ditahan Polres Kulonprogo terkait dugaan pungli. Penyidik kejar pelimpahan berkas ke kejaksaan.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.