BLT Kesra Rp900 Ribu Belum Cair? Ini Penyebab dan Cara Cek
BLT Kesra tahap 3 Rp900.000 belum masuk rekening? Simak penyebab, syarat pencairan, dan cara cek status penerima melalui Cek Bansos.
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani. /Ist- Dok DPR RI
Harianjogja.com, SOLO—Nama Ganjar Pranowo dan Puan Maharani kini tengah digadang-gadang maju sebagai capres pada 2024.
Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menilai opsi memasangkan sosok Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani sebagai calon presiden (capres) dan cawapres pada Pemilu 2024 sebagai sesuatu yang hampir mustahil.
Sebab baik Ganjar dan Puan sama-sama dari PDIP. Lebih dari itu, komposisi kursi partai berlambang kepala banteng moncong putih di parlemen atau DPR RI belum mencapai ambang batas presidential threshold sebesar 20 persen.
Artinya PDIP harus berkoalisi dengan partai politik (parpol) lain agar bisa mengusung pasangan capres-cawapres. “Itu [duet Ganjar-Puan] perlu dipertimbangkan karena PDIP baru 19,33 persen di DPR,” ujar dia, Jumat (11/2/2022).
BACA JUGA: Penataan Malioboro Berlanjut 3 Bulan ke Depan, Ini yang Dibenahi
Bahkan Rudy panggilan akrabnya menyebut wacana duet Ganjar-Puan sebagai capres cawapres sebagai sesuatu yang mustahil. Kecuali ada parpol lain yang mau berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung pasangan tersebut.
“Ya itu mustahil lah kalau mau dipasangkan. Iya, [PDIP harus berkoalisi]. Tapi juga yang diajak koalisi itu mau ndak, semua [capres-cawapres] dipek PDIP. Karena masih kurang 0,67 persen. Minimal 20 persen di parleman,” terang dia.
Pendapat senada disampaikan pengamat politik UNS Solo, Agus Riewanto, saat berbincang dengan solopos.com, Jumat. Dia menduga wacana duet Ganjar-Puan sengaja dimunculkan untuk mengokohkan popularitas Ganjar.
Sebab berdasarkan sejumlah hasil survei terbaru, dia melanjutkan, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu memimpin tingkat popularitas dan elektabilitas. Bahkan popularitas Ganjar menyalip sejumlah tokoh seperti Prabowo Subianto.
“Sekarang popularitas tertinggi Ganjar, dibawahnya Prabowo. Kalau Puan agak jauh. Tapi kalau muncul duet itu hemat saya adalah dalam rangka untuk mengokohkan popularitas Ganjar. Tentu oleh partai pemenang,” ujar dia.
Agus menduga wacana duet Ganjar-Puan merupakan upaya agar PDIP tidak kembali kecolongan saat naiknya Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden. Saat itu PDIP tidak menempatkan trah Soekarno dalam kepemimpinan nasional.
“Sebab PDIP dipaksa harus berhadapan dengan Prabowo, dan wakilnya harus mengambil dari NU. Itu kira-kira wacananya begitu, kalau arahnya ke sana. Kalau dari realitas politik sebetulnya agak sulit menduetkan Ganjar-Puan,” urai dia.
Sebab Ganjar dan Puan berasal dari satu parpol dan satu ideologi. Artinya dilihat dari konstelasi perkembangan landscape ideologi politik Indonesia, duet Ganjar-Puan hanya kelompok nasionalis, meninggalkan parpol muslim.
“Realistis politik sekarang nasionalis tak bisa bekerja sendiri karena politik itu gotong royong kan. Jadi agak sulit wacana itu. Menurut saya PDIP harus memilih antara Puan atau Ganjar, wakilnya dari kelompok agama,” tegas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
BLT Kesra tahap 3 Rp900.000 belum masuk rekening? Simak penyebab, syarat pencairan, dan cara cek status penerima melalui Cek Bansos.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Prabowo menunjuk Fadil Imran sebagai Wakil Kepala III BOPPJ untuk memperkuat penataan pesisir dan mitigasi risiko bencana Pantura Jawa.
Anggrek mikro di Batang Toru disebut menjadi penanda kondisi ekologis hutan yang tertekan kerusakan habitat dan perubahan iklim.
Kucing dapat menjadi teman untuk mengurangi stres. Fifi dan Mikael berbagi cerita tentang kucing sebagai coping mechanism.