Menko Airlangga Beberkan Jenis Vaksin yang Akan Jadi Booster

Sunartono
Sunartono Selasa, 28 Desember 2021 23:57 WIB
Menko Airlangga Beberkan Jenis Vaksin yang Akan Jadi Booster

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. /Antara

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan selain merek vaksin yang saat ini dipakai, jenis vaksin merah putih akan menjadi booster atau vaksin dosis ketiga. Oleh karena itu, ia optimistis perekonomian akan segera membaik dan meningkat sekitar 5,2% pada akhir 2021 ini seiring percepatan vaksinasi.

Airlangga menyatakan pemerintah terus menyiapkan berbagai upaya untuk mencegah meluasnya Omicron dan kemungkinan gelombang ketiga Covid-19. Sejumlah strategi disiapkan antara lain menyiapkan BOR rumah sakit, stok obat hingga vaksinasi dosis ketiga atau booster. Vaksin booster ini sesuai arahan Presiden Jokowi akan dimulai pada 2022 mendatang. Vaksinasi dosis ketiga ini selain memakai merek yang ada, rencananya akan memakai vaksin merah putih yang saat ini dalam proses persetujuan klinis.

“Soal vaksin booster ini kita sudah siap tidak hanya dengan vaksin yang kita pakai selama ini melainkan juga memanfaatkan vaksin Merah Putih yang diinisiasi Universitas Airlangga. Dengan begitu, kesehatan kita akan lebih tangguh,” kata Airlangga dalam rilis yang diterima Selasa (28/12/2021).

Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren ke arah positif. Sehingga dengan berbagai persiapan antisipasi itu, politikus Golkar ini optimistis pada akhir 2021 ini ekonomi akan tumbuh di angka 5,2%. Selain pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan adanya sejumlah kasus internasional. Mulai dari properti Evergrande di China Evan Grande yang terlilit utang di tingkat global sebesar 300 miliar dollar yang akan jatuh tempo pada 2022 mendatang.

Namun Airlangga yakin kondisi dalam negeri Indonesia membuat lebih percaya diri karena memiliki cadangan devisa sebesar 140 miliar dollar dengan neraca perdagangan yang positif. Sehingga kondisi internal mampu meredam berbagai kondisi global. Selain itu, perbankan memiliki dana pihak ketiga dalam jumlah besar.

“Dengan demikian, Indonesia bisa menjaga agar suku bunga tidak naik. Selain itu, kita juga bisa menjaga inflasi tetap rendah, sekitar 1,7 persen. Hal lain yang membuat kita optimistis adalah cushion kita di APBN yang mencapai 3 persen, plus minus 1 persen. Dengan demikian, room kita terhadap inflasi cukup tinggi. Hal ini juga ditopang oleh ketersediaan bahan pangan, terutama beras,” ucapanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online