Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019)./ANTARA-Muhammad Iqbal
Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) memperkirakan kelebihan daya atau oversupply kapasitas pembangkit listrik di Jawa-Bali akan mencapai 61 persen dari total kebutuhan, seiring dengan adanya penambahan daya 13 GW dalam beberapa tahun ke depan.
Executive Vice President of Electricity System Planning PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menjelaskan bahwa setidaknya akan ada penambahan 12.998 MW kapasitas listrik hingga 2026.
“Ketika [pembangkit] masuk [beroperasi], maka cadangan [listrik] mencapai 61 persen. Padahal, cadangan efektif itu 30–35 persen,” katanya dalam Indo EBTKE Conex 2021, Kamis (25/11/2021).
Peningkatan cadangan listrik itu disebut sebagai akibat dari banyaknya pembangkit listrik skala besar yang akan dibangun dan akan segera beroperasi. Dari sekitar 13 GW tersebut, 3,1 GW di antaranya dibangun oleh PLN, dan 9,9 GW sisanya berasal dari independent power producer (IPP).
Dari keseluruhan pembangkit, setidaknya ada empat pembangkit PLN yang diproyeksi selesai pada tahun ini, yakni PLTA Jatigede, PLTGU Jawa Bali 1, PLTGU Muara Karang, dan PLTU Lontar 4.
BACA JUGA: Zona Merah Covid-19 di Sleman Naik, Ini Datanya
Sementara itu, pembangkit dari IPP, terdapat tiga pembangkit yang diperkirakan selesai konstruksi hingga akhir 2021. Seluruhnya adalah PLTU Jawa Tengah/Batang, PLTU Jawa-4/Tanjung Jati Bm dan PLTGU Jawa-1/Cilamaya.
Peningkatan kapasitas terpasang itu tidak diiringi dengan pertumbuhan permintaan yang signifikan. Dalam beberapa kesempatan, PLN menyebut perkiraan pertumbuhan permintaan daya listrik meleset dari target seiring dengan pandemi Covid-19 sejak 2020 di Tanah Air.
“Kondisi over supply ini telah PLN pikirkan, bagaimana mengoptimasinya untuk mendapatkan bauran EBT [energy baru terbarukan] 23 persen pada 2025,” terangnya.
Daftar Proyek Pembangkit Listrik Skala Besar dan Target COD (Sumber: PT PLN (Persero)
Pembangkit | Kapasitas (MW) | COD |
PLN | 3.094 | |
PLTA Jatigede | 110 | 2021 |
PLTA Upper Cisokan PS | 1.040 | 2025 |
PLTGU Jawa - Bali 1 | 779 | 2021 |
PLTGU Muara Karang | 200 | 2021 |
PLTGU Muara Tawar Add-on 2, 3, 4 | 650 | 2021 - 2022 |
PLTU Lontar #4 | 315 | 2021 |
IPP | 9.904 | |
PLTU Jawa Tengah / Batang | 1.900 | 2021 |
PLTU Jawa - 1/Cirebon | 924 | 2022 |
PLTU Jawa - 3/Tanjung Jati A | 1.320 | 2025 - 2026 |
PLTU Jawa - 4/Tanjung Jati B | 2.000 | 2021 |
PLTU Jawa 9 - 1/Suralaya | 2.000 | 2025 - 2026 |
PLTGU Jawa - 1/Cilamaya | 1.760 | 2021 |
Jumlah | 12.998 |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.