Ukraina Butuh Rp101 Triliun per Bulan untuk Pemulihan akibat Perang
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Ilustrasi satelit/Lapan
Harianjogja.com, JAKARTA - Tangkapan gambar satelit menunjukkan adanya awan besar metana di dekat infrastruktur bahan bakar fosil di Iran, yang merupakan salah satu produsen gas alam terbesar.
Gumpalan metana teridentifikasi dari perusahaan geoanalitik Kayrros SAS yang menggunakan data Badan Antariksa Eropa.
"Kebocoran terbesar terjadi pada 5 September, di barat daya di dekat perbatasan dengan Irak dengan tingkat pelepasan sekitar 95 ton per jam. Hal itu berarti sama saja dengan 4.700 mobil di Inggris yang berjalan selama satu tahun," seperti dikutip Bloomberg pada Jumat (8/10/2021).
Terdapat dua kebocoran lain yang ditemukan pada September di daerah yang sama. Pertama pada 17 September yang mengeluarkan emisi 34 ton per jam dan yang kedua pada 24 September yang mengeluarkan 36 ton emisi per jam. Selain itu juga ditemukan pelepasan metana pada 12 September di bagian selatan Tehran sebesar 54 ton per jam.
Gumpalan awan tersebut terlihat di dekat pipa gas yang dimiliki oleh Perusahaan Gas Nasional Iran. Kebocoran di selatan juga terlihat di dekat ladang minyak.
Juru bicara Kayrros mengatakan pipa menjadi sumber yang paling mungkin karena kebocoran itu sering terjadi selama pemeliharaan rutin. Sementara itu, perwakilan dari Perusahaan Gas Nasional Iran tidak mau berkomentar soal ini.
Metana merupakan komponen terbesar dari gas alam yang memililki dampak pemanasan karbon dioksida 80 kali lebih besar dalam jangka pendek.
Para ilmuwan mengatakan mengurangi emisi metana menjadi salah satu langkah tercepat untuk memperlambat pemanasan global. Untuk itu, perusahaan minyak dan gas menjadi yang paling penting untuk menerapkannya.
Monitoring melalui satelit telah membantu sejumlah temuan kebocoran gas rumah kaca super kuat dari infrastruktur bahan bakar fosil. Bukti temuan tersebut juga telah memaksa perusahaan untuk mengungkapkan kebocoran yang sebelumnya tidak dilaporkan dan mendorong regulator membuka penyelidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.