13 Bank Tutup hingga September 2026, Ada dari DIY dan Jawa Tengah
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Ilustrasi - mashable.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Lapan RI mencatat ada dua fenomena antariksa yang akan terjadi besok, 8 Oktober 2021.
Fenomena itu yakni konjungsi Solar Mars dan puncak Hujan Meteor Draconid.
Menurut Lapan, konjungsi solar mars tidak dapat disaksikan dengan alat optik apapun.
Konjungsi solar Mars merupakan konfigurasi ketika Mars, Matahari dan Bumi berada pada satu garis lurus dan Mars terletak sejajar dengan Matahari. Puncak konjungsi solar Mars terjadi pada 8 Oktober pukul 11.29 WIB/12.29 WITA/13.29 WIT. Mars berjarak 243.738.000 km dari Matahari dengan magnitudo +1,65.
Konsekuensi dari fenomena ini adalah Mars tidak akan tampak lagi di langit malam karena sejajar dengan Matahari. Sudut pisah Mars-Matahari hanya sebesar 0,65°. Konjungsi Mars terjadi setiap 25-26 bulan sekali, sebelumnya terjadi pada 27 Juli 2017 dan 2 September 2019. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 18 November 2023 dan 9 Januari 2026. Konjungsi solar Mars menandai pergantian ketampakan Mars yang semula ketika senja menjadi fajar.
Jika Mars dapat diamati menggunakan teleskop, maka akan tampak lebih redup dan berukuran sangat kecil sebesar 3,56 detik busur. Hal ini disebabkan oleh jarak Mars terhadap Bumi akan lebih jauh ketika Mars mengalami konjungsi dengan Matahari. Mars dapat diamati kembali pada 17 November 2021 mendatang ketika fajar.
Sementara itu, untuk puncak Hujan Meteor Draconid dapat disaksikan dengan mata biasa.
Hujan Meteor Draconid aktif sejak 6 hingga 10 Oktober dan puncaknya terjadi pada 8 Oktober pukul 16.00 WIB/17.00 WITA/18.00 WIT. Hujan meteor ini dinamai berdasarkan titik radian (titik asal munculnya hujan meteor) yang terletak di konstelasi Draco. Hujan meteor Draconid berasal dari sisa debu komet 21P/Giacobini-Zinner yang mengorbit Matahari setiap 6,6 tahun.
BACA JUGA: Meninggal Dunia karena Jantung, Gunawan Maryanto Sosok Mandiri di Keluarga
Oleh karenanya, hujan meteor ini dikenal juga dengan nama Giancobinid. Meskipun hujan meteor ini sempat menjadi hujan meteor spektakuler sepanjang sejarah, sebagian besar pengamat langit menganggapnya sebagai salah satu hujan meteor yang kurang begitu menarik disaksikan.
"Hujan meteor ini dapat disaksikan sejak awal senja bahari selama 3 jam dari arah utara-barat laut hingga barat laut dengan intensitas antara 4-6 meteor per jam jika cuaca cerah dan bebas polusi cahaya. Akan tetapi, bagi pengamat di area perkotaan hanya akan menyaksikan antara 1-2 meteor per jam. Ketampakan hujan meteor Draconid terbaik jika diamati dari belahan Bumi Utara," tulis Lapan di website resminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.