Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Magelang Bakal Dilindungi Perda
DPRD Kota Magelang mengusulkan regulasi khusus yang diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkembang
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan saat memantau vaksinasi ibu hamil dan disabilitas./Ist-dok Prokompim Pemkab Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG- Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat rentan yakni ibu hamil dan penyandang disabilitas. Vaksinasi tersebut dilaksanakan di Lapangan drh Soepardi, Kota Mungkid dan 11 Puskesmas yang ada di Kabupaten Magelang.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Magelang, Sri Wahyuningsih melaporkan bahwa tujuan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat ini sebagai upaya meminimalkan resiko terjadinya infeksi Covid-19 pada kedua kelompok tersebut.
“Ibu hamil yang sudah mendapatkan vaksinasi maka akan berkurang kemungkinan terjadinya perburukan dan kemungkinan perawatan intensif, sedangkan pemberian vaksinasi pada penyandang disabilitas adalah untuk memberikan pelayanan yang inklusif dan proaktif sebagai upaya menjamin akses perlindungan kesehatan terhadap paparan Covid-19,” jelasnya, di sela kegiatan.
Baca juga: Covid-19 DIY Bertambah 237 Kasus, Meninggal 35 Orang
Ia menyebutkan sasaran riil vaksinasi Covid-19 dosis 1 pada kelompok sasaran ibu hamil sebanyak 4.769 orang, sedangkan target sampai dengan awal September sebanyak 2.674 orang. Sementara sasaran riil pada kelompok disabilitas adalah sebanyak 9.902 sasaran. Adapun target vaksinasi pada disabilitas sampai dengan 1 September 2021 adalah sejumlah 2.674 sasaran.
Sri Wahyuningsih menyebutkan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 hari ini di lapangan drh Soepardi sebanyak 40 orang terdiri dari ibu hamil sebanyak 10 orang dan 10 orang pendampingnya dengan vaksin Sinovac dan dilaksanakan Tim Vaksinator Puskesmas Borobudur. Untuk penyandang disabilitas sebanyak 12 orang dan pendamping delapan orang dengan vaksinator dari Puskesmas Mungkid.
Adapun jumlah sasaran total vaksinasi Kabupaten Magelang adalah sebanyak 1.029.210 orang yang terdiri dari, sasaran SDMK sebanyak 2.762 orang, lansia 141.361 orang, petugas publik 92.707 orang, remaja 118.328 orang dan untuk masyarakat rentan dan masyarakat umum sebanyak 674.052 orang.
Baca juga: Kasus Covid-19 Harian RI Bertambah 5.436 Orang
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin mengatakan ikut mendukung program vaksinasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang untuk masyarakat rentan terutama bagi ibu hamil dan disabilitas.
"Kami siap mendukung para kader kami (kader Posyandu) untuk menggerakkan massa/sasaran, sehingga apa yang menjadi target vaksinasi di tingkat Kabupaten Magelang bisa cepat tercapai," kata Christanti.
Pada kesempatan yang sama, Christanti juga mengimbau kepada kelompok ibu hamil dan penyandang disabilitas dan masyarakat pada umumnya untuk jangan ragu dan takut ikut program vaksinasi, karena ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19.
"Pemerintah sudah sangat mempertimbangkan bahwa vaksin ini aman, halal jadi jangan takut dan jangan lupa tetap jaga protokol kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Magelang mengusulkan regulasi khusus yang diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkembang
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.