Banjir di Sintang Kalbar Putus 13 Jembatan, Akses Bantuan Terhambat
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
Salah satu cuplikan dari film \"Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas\" / \"Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash\" (2020) yang disutradarai Edwin./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah sepakat untuk mengubah Produksi Film Negara (PFN) menjadi lembaga pembiayaan bagi industri film nasional.
Dalam sebuah seminar daring, Minggu (29/8/2021), Menteri BUMN Erick Thohir serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan bakal mengubah BUMN di bidang perfilman itu untuk menjadi lembaga penyaluran pembiayaan film, termasuk untuk mendanai para sineas nasional.
BACA JUGA : 1.000 Pekerja Film di Jogja Akan Disuntik Vaksin Covid-19
"Seperti yang sudah saya konsultasikan dengan Menparekraf Sandiaga Uno sejak awal, PFN tidak boleh lagi sebagai pembuat film. Biarkan saja anak-anak muda Indonesia yang membuat film," ujarnya seperti dilansir Antara.
Erick menyatakan pemerintah sedang berupaya mencari model yang baik agar PFN dapat menjadi lembaga pembiayaan. Pasalnya, pendanaan merupakan salah satu permasalahan dalam industri perfilman Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga menyampaikan dukungannya terhadap rencana perubahan ini. Dia menyatakan siap berkolaborasi dengan Erick pada tahun depan.
"Kolaborasi tidak hanya terjadi di dunia usaha, kolaborasi juga bisa dilakukan di pemerintahan bahwa PFN kami kasih suatu keleluasaan untuk mengelola dana pembiayaan film. Misalnya, Rp300 miliar untuk memberikan pendanaan kepada film-film yang memiliki potensi luar biasa," tutur Sandiaga.
BACA JUGA : Majalah Matajendela, TBY Suguhkan Yogya Kota Sinema
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan perubahan PFN menjadi lembaga keuangan perfilman akan ditandai dengan masuknya lembaga tersebut ke klaster jasa keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.