Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Penurunan kasus positif Covid-19 harian di Bantul menurun dalam satu pekan terakhir. Hal ini bukan dikarenakan adanya penurunan tracing dan testing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, akan tetapi karena memang ada penurunan kasus Covid-19.
Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengatakan pihaknya tidak pernah menurunkan tracing dan testing selama ini. Adanya penurunan kasus harian karena ada penurunan penularan Covid-19 di wilayahnya.
"Karena kunci dari penanganan Covid-19 kan di gerakan 3 T, Tracing, Testing dan Treatmen. Akan jadi percuma, jika gerakan itu dikurangi," kata Agus, Rabu (11/8/2021).
Agus mengingatkan kepada warga Bantul jika nantinya ada penambahan kasus yang cukup banyak di akhir pekan. Sebab, petugas yang melalukan tracing dan testing juga membutuhkan libur.
Baca juga: Sempat Melandai, Covid-19 DIY Naik Lagi. Ini Datanya
"Jadi yang perlu dilihat adalah data mingguan. Nantinya diperbandingkan dan akan terlihat apakah ada penurunan atau malah terjadi kenaikan," jelasnya.
Sementara hingga Selasa (10/8/2021) Dinkes Bantul mencatat kasus konfirmasi positif bertambah 522 orang, 814 sembuh, 13 meninggal dunia, suspek 472 dan probable covid-19 sebanyak 11 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.