2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono saat memperlihatkan unit tangki air bersih. /Ist-dok Prokompim Pemkab Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG -- Musim kemarau tiba. Pemerintah Kabupaten Magelang mulai melakukan antisipasi terjadinya kekeringan dengan menyiapkan bantuan air bersih.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan tahun ini ia telah menyiapkan sebanyak 90 tangki bantuan air bersih. Satu tangki berkapasitas 5.000 liter air.
"Target kami, untuk bantuan air bersih dalam menghadapi musim kemarau tahun ini sekitar 90 tangki," jelas Edi Wasono usai melaksanakan rapat koordinasi penanganan kesiapan menghadapi musim kemarau di Pendopo Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (28/7/2021).
Baca juga: Wong Bantul! PKH dan BPNT Cair Pekan Ini
Ia mengatakan untuk bantuan ini, Pemkab bekerja sama dengan pihak ketiga. Jadi, bahwa pengambilan air tidak membayar sehingga sangat membantu dari sisi anggaran. Pemkab hanya mengampu BBM untuk transportasinya.
Menurut Edi, jumlah bantuan air bersih pada musim kemarau tahun ini lebih sedikit dibandingkan dengan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena musim kemarau tahun ini memiliki karakter kemarau basah, sehingga tidak menimbulkan dampak kekeringan yang begitu ekstrem.
"Tahun ini memang cenderung kemarau basah sehingga tidak terlalu berat beban kami dalam mendistribusikan bantuan air bersih. Kalau tahun-tahun sebelumnya mungkin bisa mencapai ratusan tangki bantuan air bersih yang harus disiapkan oleh BPBD," kata Edi.
Baca juga: Telat Bayar Utang Sepekan, Warga Jogja Dianiaya Petugas Leasing
Selain itu, Edi mengatakan dalam rangka mengantisipasi musim kemarau dan kekeringan, BPBD Kabupaten Magelang juga telah menyiagakan 2 unit mobil pengangkut air bersih yang selalu standby 24 jam. Apabila di dalam titik-titik desa tertentu ataupun pondok pesantren mengalami kekurangan air, bisa langsung mengajukan permohonan kepada BPBD.
"Bagi desa atau pesantren yang mengalami kesulitan air bersih, insyaAllah akan kami droping sesuai dengan kebutuhannya. Namun sampai sekarang belum ada permintaan, baru ada satu permintaan dari salah satu pesantren di wilayah Mertoyudan," katanya.
Adapun terkait pemetaan daerah rawan kekurangan air bersih di Kabupaten Magelang, Edi menyebutkan antara lain berada di beberapa desa di Kecamatan Salaman, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Bandongan dan Kecamatan Kajoran.
"Hampir 30 persen wilayah Kabupaten Magelang itu mengalami kekurangan air bersih. Tapi kondisi saat ini belum begitu hebat kekeringannya, mereka masih bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Saya rasa droping air tidak ada masalah," pungkas Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.