Viral Kasus Shinta Komala Libatkan Anggota, Polda DIY Turun Tangan
Polda DIY menerjunkan tim asistensi untuk mengawal kasus Shinta Komala yang viral dan menyeret oknum anggota polisi di Sleman.
Ilustrasi/Antara-Novrian Arbi
Harianjogja.com, JAKARTA – Virus Corona varian Delta, yang pertama kali teridentifikasi di India menjadi virus terkuat dan tercepat yang pernah ada. Varian Delta memiliki angka reproduksi yang tinggi.
Menurut Dicky Budiman, epidemiolog sekaligus praktisi dan peneliti Global Health Security dan Pandemi pada Center for Environment and Population Health di Griffith University Australia, tanpa ada intervensi yang kuat, varian Delta akan mudah menginfeksi populasi di masyarakat, termasuk anak-anak.
Karena populasi di Indonesia yang besar dan juga pengendalian pandemi yang selama ini belum optimal, varian ini sudah tersebar di seluruh tempat di Indonesia.
“Saat ini yang kita alami adalah situasi kerika penyebaran dari virus ini sudah dalam double time, yang akhirnya membuat banyak kasus yang menimpa orang-orang yang rawan, dan itu akan membebani fasilitas kesehatan," kata Dicky Budiman.
Adapun puncak pandemi sendiri menurut dr Dicky, akan ditentukan oleh seberapa kuat intervensi dan strategi negara.
“Semakin kuat intervensi dan strategi, semakin cepat puncak itu terjadi. Semakin kuat intervensi dan strategi, semakin rendah puncak itu terjadi.” tegasnya.
Dicky mengatakan dengan intervensi dan strategi kuat, puncak pandemi diproyeksi terjadi paling cepat pertengahan Juli 2021. Namun, mengacu pada proyeksi yang ia buat, puncak diperkirakan berlangsung pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus.
Skenario terburuk Covid-19 dapat mencapai 561.953 kasus di awal Agustus. Ketika ditanya apakah kasus bisa mencapai satu juta dalam sehari, ia menegaskan hal tersebut bisa saja terjadi. Estimasi itu menurutnya tergantung dengan apa yang menjadi asumsinya. Dan selama asumsi itu ada dan benar,hal itu bisa saja terjadi karena Indonesia memiliki banyak penduduk.
“Jadi, kalau PPKM-nya tidak dilakukan optimal dan juga 3T (testing, tracing dan treatment) tidak optimal serta masyarakat abai, ya terjadi seperti itu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Polda DIY menerjunkan tim asistensi untuk mengawal kasus Shinta Komala yang viral dan menyeret oknum anggota polisi di Sleman.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.