Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Gus Miftah memberikan komentar film Tilik di tepi pantai. / YouTube-Gus Miftah Official
Harianjogja.com, JOGJA- Gus Miftah akhirnya menanggapi kabar tentang kehadirannya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara yang membuat heboh belakangan ini.
Pimpinan Pesantren Ora Aji, Sleman, ini mengatakan dirinya berada di sana atas undangan terkait peresmian gereja tersebut.
"Terkait viral kehadiran saya di Gereja GBI Penjaringan, Itu acara peresmian Gereja bersama Gubernur DKI Jakarta," kata Gus Miftah saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2021).
"Kapasitas saya bukan datang sendiri tapi karena ada undangan dari pihak gereja melalui sahabat saya," ujarnya lagi.
Baca juga: Bill Gates Bagi Harta Gono-Gini, Melinda Gates Jadi Miliarder Baru Dunia
Kahadiran Gus Miftah di sana menimbulkan pro dan kontra. Sebagian menilai dia telah kafir alias keluar dari agama Islam karena masuk tempat ibadah agama lain.
Menanggapi hal itu, Gus Miftah punya pembelaan. Menurut dia, banyak ulama terdahulu yang juga masuk gereja.
"Yang saya lakukan hanya sekedar mencontoh tapi kenyataannya kenapa yang viral ini," kata Gus Miftah.
"Kebangetan lah dengan segala komentarnya bahkan trending nomor satu di twitter dan beberapa media," ujarnya lagi.
Baca juga: 10.000 Murid di Korea Utara Serahkan Diri ke Polisi Setelah Nonton Drakor
Gus Miftah meyakini bahwa seorang muslim masuk ke tempat ibadah lain tak akan merusak imannya. Tak asal berpendapat, dia punya beberapa rujukan.
"Itu perspektif publik. Toh hukum masuk gereja sendiri saya pahami dari beberapa rujukan memang berbeda pendapat. Saya kemudian bisa memahami yang menolak kehadiran saya katanya itu haram, miftah kafir," kata Gus Miftah.
"Saya punya guru yang mensupport bahwa itu yang saya lakukan benar. Saya menghormati kelompok yang kontra dengan saya. Tapi dengan segala hormat, saya bisa sampaikan saya punya banyak guru yang mendukung apa yang saya lakukan," kata Gus Miftah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.