650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Salah satu figur publik, Ananda Omesh berbagi pengalaman saat pandemi Covid-19. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kesadaran masyarakat untuk berasuransi mulai meningkat akibat pandemi. Mereka mempersiapkan asuransi untuk mengantisipasi tantangan dan risiko yang bisa terjadi kapan saja seperti halnya pandemi.
Pakar Perencanaan Keuangan Annisa Stevani mengatakan, perlindungan asuransi menjadi penting sebagai salah satu fondasi perencanaan keuangan. Saat ini masyarakat telah banyak belajar dari pandemic yang harus selalu siap dalam mengantisipasi tantangan dan risiko yang bisa terjadi kapan saja.
BACA JUGA : OJK Temukan Asuransi Jiwa dengan Investasi Risiko Tinggi
“Contohnya, ketika seseorang harus dirawat di rumah sakit, kebutuhan finansial untuk menutupi biaya hidup sehari-hari tentunya akan terus berjalan. Solusi asuransi dapat membantu memberikan ketenangan pikiran karena manfaatnya dapat digunakan sebagai pengganti pendapatan,” katanya Rabu (28/4/2021).
Salah satu figur publik, Ananda Omesh menyampaikan pengalamannya yang berhasil pulih dari infeksi COVID-19. Ia menilai pentingnya perlindungan bagi dirinya dan keluarga, karena ancaman kesehatan makin nyata dan risiko ketidakpastian makin tinggi. “Perlindungan asuransi seperti bukan lagi alternatif tapi kini sudah menjadi kebutuhan utama,” katanya.
Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia mengatakan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung membuat tingkat kesadaran masyarakat Indonesia serta kebutuhan akan perlindungan asuransi jiwa makin meningkat. Di tengah pandemi yang masih berlangsung, ia melihat pentingnya mengedepankan fleksibilitas, premi yang terjangkau, dan akses yang mudah dalam menghadirkan produk dan layanan yang berpusat pada kebutuhan nasabah.
BACA JUGA : Klaim Asuransi Berpotensi Kena Pajak?
Peluncuran asuransi PRUTect Care - Hospital Cash di aplikasi OVO ini diklaim untuk menghadirkan produk yang terjangkau, mudah diakses, dan relevan bagi masyarakat Indonesia dengan cara yang baru dan menarik. “Ini merupakan langkah strategis kami untuk menjadikan layanan kesehatan dan keuangan menjadi terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang Indonesia,” ujarnya.
CEO OVO Jason Thompson dalam rilisnya mengatakan saat ini ekonomi berbasis Syariah sedang tumbuh pesat di Indonesia. Menurut The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berada di peringkat empat perekonomian syariah terbesar di dunia. Oleh karena itu ia berupaya mengembangkan asuransi digital Syariah yang terjangkau bagi masyarakat.
“Melalui strategi ekosistem terbuka yang sudah dibangun, kami terus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki visi yang sama yaitu untuk memberikan layanan yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia yang berkembang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.