Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Ilustrasi sungai (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SOLO— Kisah soal harta karun yang tersimpan di Sungai Bengawan Solo hingga kini masih menjadi misteri.
Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa konon menyimpan harta karun berupa emas. Perburuan emas di sana telah dilakukan warga sejak dulu kala meski telah dilarang oleh pemerintah setempat.
Dihimpun dari berbagai sumber, Minggu (7/3/2021), konon perairan Bengawan Solo menyimpan benda-benda berharga. Pada 2009 lalu ada sekitar 50-an warga Ngawi yang datang ke Desa Ngraho, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mencari emas di perairan Bengawan Solo.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Benarkah Ramadan 2021 Punya Waktu Siang Terpanjang?
Perburuan emas harta karun di Bengawan Solo itu juga sempat bergeser ke Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Konon, wilayah itu dulunya merupakan medan tempur Ario Penangsang pada zaman Kerajaan Jipang Panolan.
Perburuan harta karun di Bengawan Solo berlanjut sampai 2018 lalu. Saat itu warga di bantaran Bengawan Solo kawasan Bojonegoro, jawa Timur, kembali datang ke sungai untuk mencari harta karun.
Mereka mencari perhiasan emas yang diperkirkan berasal dari pedagang kuno yang perahunya karam di Bengawan Solo.
Hal tersebut dibenarkan oleh Arkeolog Dinas Kebudayan dan Periwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Nunung Dianawati.
"Bengawan Solo tidak memiliki potensi tambang emas. Itu bisa jadi karena jalur perdagangan dahulunya. Jadi kemungkinan itu harta perhiasan dari para pedagang yang perahunya karam di zaman dahulu," jelas Nunung kepada Okezone.com, Selasa (16/10/2018).
Dikutip dari Liputan6.com, warga berburu harta karun setiap musim kemarau saat debit air sungai menurun. Mereka mencari berbagai barang antik di dasar sungai.
Bahkan ada juga warga yang memilah pasir yang menyendap di dasar sungai untuk mencari harta karun.
Jika beruntung, mereka akan menemukan barang atau uang koin peninggalan zaman Kerajaan Majapahit berbahan perak.
Perburuan logam dan barang kuno di dasar Sungai Bengawan Solo telah dilakukan warga sekitar sejak puluhan tahun silam. Kegiatan berlangsung sampai datangnya musim penghujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.