Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Link Live Streaming
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Ilustrasi Vaksin COVID-19. /FOTO ANTARA -Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JAKARTA - Vaksin Merah Putih dinilai bermanfaat untuk menjaga keberlanjutan kekebalan massal (herd immunity) di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro.
"Vaksinasi ini tidak menimbulkan daya tahan seumur itu dan kemungkinan virus Covid-19 ini kategorinya zoonosis jadi bisa istilah numpang dulu di binatang nanti balik lagi ke manusia karena itulah kita harus antisipatif dalam pengertian Vaksin Merah Putih untuk Covid-19 kita arahkan untuk menjaga sustainability [keberlanjutan] dari herd immunity yang harapannya bisa segera kita capai di tahun 2021 ini," kata Menristek Bambang dalam webinar Tantangan dan Kebijakan Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Jakarta, Jumat (22/1/2021).
Menristek Bambang menuturkan menjaga herd immunity memerlukan vaksinasi. Sementara, ada kemungkinan bahwa dari vaksinasi pertama, kekebalan tubuh yang terbentuk tidak berlaku seumur hidup sehingga diperlukan vaksinasi ulang.
Baca juga: Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih Positif Terinfeksi Covid-19
Vaksinasi ulang tersebut tentunya membutuhkan ketersediaan vaksin Covid-19 di masa depan.
Sementara untuk menciptakan herd immunity saat ini, maka perlu 180 juta penduduk Indonesia diberikan vaksin Covid-19, sehingga minimal perlu 360 juta dosis. Untuk memenuhi kebutuhan vaksin saat ini, maka dilakukan impor baik yang utuh maupun dalam bentuk bulk.
Dalam mengantisipasi kebutuhan vaksin di masa depan, vaksin Merah Putih diharapkan akan mengisi kebutuhan jangka panjang untuk vaksin Covid-19.
Menristek Bambang menuturkan vaksin Merah Putih merupakan kebutuhan bukan pelengkap sehingga urgensi pengembangannya menjadi prioritas bagi Indonesia.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Bantul Kini Menyentuh Angka 5.443 Kasus
Tidak mungkin semua kebutuhan vaksin diperoleh dari impor, oleh karenanya perlu kemandirian bangsa baik dari segi pengembangan, produksi maupun distribusi vaksin.
Vaksinasi tersebut penting untuk menciptakan kekebalan populasi (herd immunity), menyeimbangkan berbagai kegiatan yang mencakup antara lain aspek ekonomi dan sosial dengan kesehatan sehingga bisa kembali produktif dengan tetap memprioritaskan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.