Imunisasi Tak Capai Target, Wabah Berisiko Muncul Lagi
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Ilustrasi-Tes virus Corona/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi yang diterbitkan di platform pracetak bioRxiv mengindikasikan strain virus Corona asal Afrika Selatan lebih kuat dibandingkan jenis lainnya.
Mereka menyebut strain yang diberi nama 501Y.V2 ini lolos dari antibodi penawar pasien yang pulih dari Covid-19.
Sejauh ini para ilmuan menyatakan strain virus corona asal Afrika tersebut digadang-gadang lebih menular dan dapat menyebabkan beberapa hambatan dalam keefektifan vaksin Covid-19.
BACA JUGA: Pegawai Terpapar Covid-19, Disdukcapil Sleman Batasi Pelayanan
Namun menurut penelitian studi terbaru 501Y.V2 memiliki mutasi pada sembilan bagian protein lonjakannya, yang membuatnya lebih efisien dalam memasuki dan menginfeksi sel manusia.
Melansir dari Times of India, Jumat (22/1/2021), setelah mengambil antibodi penawar dari pasien yang pulih dari Covid-19, para peneliti mengujinya terhadap varian baru. Mereka menyimpulkan bahwa 21 dari 44 sampel tidak memiliki aktivitas penetralan yang terdeteksi terhadap varian ini.
"Virus mutan menunjukkan pelarian substansial atau lengkap dari antibodi penawar dalam plasma pemulihan Covid-19," kata para ilmuan yang melakukan penelitian ini.
Mereka lebih lanjut menyoroti peningkatan kemungkinan infeksi ulang. Meski begitu, penelitian tersebut telah mengklaim bahwa varian baru mungkin menunjukkan penurunan kemanjuran vaksin berbasis lonjakan saat ini.
Strain 501Y.V2 ditemukan di wilayah metropolitan Nelson Mandela Bay di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan.
Strain virus baru ini mencakup mutasi genetik pada protein lonjakan yang dapat menjadi penyebab penyebaran virus secara cepat dan mudah di antara manusia.
Protein lonjakan inilah yang menyebabkan virus corona masuk ke dalam sel manusia. Menurut para ilmuwan, varian tersebut dapat memasuki sel manusia dengan lebih mudah karena tiga mutasi pada reseptor-binding domain (RBD) pada lonjakan glikoprotein virus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan Selat Solo sebagai inspirasi olahan daging Iduladha dengan cita rasa akulturasi Jawa dan Belanda
Balai Besar TNBTS menutup seluruh wisata Gunung Bromo pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026 selama pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.