Hitung Cepat Dimulai di Kawal Pemilu, Paslon 02 Unggul Sementara
Proses perhitungan suara Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 telah dilaksanakan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono meragukan pernyataan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin yang menyebut Indonesia mampu melakukan vaksinasi kepada 16 juta orang per bulan.
Pandu mengaku tidak yakin Indonesia dapat melakukan vaksinasi kepada 16 juta orang per bulan. Dia menyebut target pemerintah itu terlalu optimistis.
"Wah, saya kok tidak yakin dengan pernyataan Pak Budi G. Terlalu optimis, seakan-akan proses vaksinasi seperti industri manufaktur dengan robot dan otomatisasi," kata Pandu melalui cuitan pada akun twitternya @drpriono1, Jumat (18/12/2020).
Pandu pun mengusulkan agar pemerinta sebaiknya membuat pemetaan layanan yang realistis terkait program vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19.
"Coba deh, buat pemetaan layanan yang realistis, identifikasi semua kendala yang ada," ujarnya.
Wah, saya kok tidak yakin dengan pernyataan Pak Budi G. Terlalu optimis, seakan-akan proses vaksinasi seperti industri manufaktur dengan robot dan otomatisasi. Coba deh, buat pemetaan layanan yg realistis, identifikasi semua kendala yg ada. https://t.co/363UFbgJ32
— Juru Wabah (@drpriono1) December 18, 2020
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Indonesia mampu melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 16 juta orang per bulan.
Budi yang juga Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi (PEN) ini mengaku mendapat penghitungan mengenai kemampuan vaksinasi itu setelah menghubungi asosiasi rumah sakit swasta, rumah sakit BUMN hingga klinik.
"Kami cek awal ada 11 ribu yang siap. Dari situ tenyata kapasitasnya 16 juta suntikan per bulan manusia, 32 juta vaksin," kata Budi dalam diskusi daring, Jumat (18/12/2020).
Bahkan, Budi mengatakan sebagian puskesmas di Indonesia juga sudah dilengkapi alat pendingin untuk menyimpan vaksin Covid-19.
Dia pun memastikan telah melakukan verifikasi terkait informasi yang diperoleh tersebut kepada UNICEF. Dari sana, dia mengklaim bahwa data tersebut valid.
"Saya sudah bikin checklist-nya kerja sama dengan Unicef untuk memverifikasi benar enggak. Saya dapat angkanya segitu. Kata Unicef bisa," ujarnya.
Oleh karena itu, dalam hal vaksinasi Covid-19, Budi mengatakan persoalan terbesar justru terdapat pada pengadaan vaksin. "Jadi kemampuan kita vaksinasi bisa, tapi bagaimana penyediaan vaksinnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Proses perhitungan suara Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 telah dilaksanakan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).
Kebakaran Kantor Bupati Bulungan di Kaltara menyebabkan petugas damkar terluka terkena pecahan kaca saat proses pemadaman berlangsung.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Balai Kalurahan Siraman, Wonosari. Cek jadwal lengkap SIMMADE, SIMPITU, dan SIM Station.
Prakiraan cuaca DIY hari ini Kamis 21 Mei 2026, Kota Jogja, Sleman, dan Bantul berpotensi diguyur hujan petir.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Kamis 21 Mei 2026 lengkap rute Tugu Jogja–YIA dan tarif terbaru Rp50.000.