Hacker Rusia Diduga Retas Jaguar Land Rover, Kerugian Capai Rp44 T
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Aplikasi Muslim Pro diduga menjual data pribadi penggunanya kepada Militer Amerika Serikat. - Bisnis / Feni Freycinetia
Bisnis.com, JAKARTA - Baru- baru ini, dunia maya dihebohkan dengan pemblokiran aplikasi Muslim Pro. Aplikasi tersebut dikabarkan telah menjual data pengguna ke Amerika Serikat.
Namun sebenarnya apa itu aplikasi Muslim Pro?
Aplikasi Muslim Pro adalah sebuah aplikasi bagi orang muslim yang di dalamnya terdapat sejumlah fitur seperti penunjuk waktu sholat, Al-Quran, tajwid berwarna dan tasbih digital.
Fitur di aplikasi ini juga dapat menunjukkan tempat makan halal yang berada di sekitar kamu. Di samping itu, Muslim Pro juga memiliki fitur kartu ucapan hari raya -seperti Idulfitri, Ramadan dan lain sebagainya — yang menarik dan kreatif.
Dalam laman webnya, Muslim pro mengklaim telah diunduh oleh lebih dari 80 juta orang di seluruh dunia. Adapun di Indonesia, sekitar 1,5 juta orang telah mengunduh aplikasi ini.
Aplikasi ini memiliki sekitar 14 bahasa terjemahan. Selain bahasa Indonesia dan Inggris, penyedia aplikasi juga memberikan terjemahan untuk bahasa Spanyol, Belanda, Jerman dan lain sebagainya.
Untuk menggunakan aplikasi ini, pengunduh akan diminta sejumlah data seperti lokasi (berbasis jaringan dan GPS), penyimpanan foto/media, telpon dan identitas perlengkapan.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah mendalami dan melakukan komunikasi kepada pengelola MuslimApp terkait penjualan data oleh pihak ketiga sebagai data partner aplikasi tersebut.
Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi mengatakan bahwa jika memang ada dugaan penyalahgunaan dan kondisi yang merugikan kepentingan Indonesia maka pemerintah tentu akan melakukan upaya tindak lanjut.
“Saat ini, kami perlu penelusuran lebih lanjut terkait kebenaran pemberitaan penjualan data sehingga terkait dampak, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan,” ujarnya.
Sementara itu, Aplikasi Muslim Pro menyatakan laporan mengenai penjualan data pribadi penggunanya kepada Militer Amerika Serikat (AS) tidak lah benar.
"Laporan media yang beredar bahwa Muslim Pro telah menjual data pribadi penggunanya kepada Militer AS adalah salah dan tidak benar," tulis tim Muslim Pro.
Menurut aplikasi penyedia waktu salat, Al-Qur\'an dan juga kiblat tersebut, developer Muslim Pro berkomitmen untuk melindungi dan mengamankan privasi seluruh pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Forbes memperbarui daftar orang terkaya dunia per 3 Agustus 2026. Elon Musk masih memimpin dengan kekayaan Rp12.416 triliun, diikuti Larry Page dan Jeff Bezos.
Massive Attack mengaku ditahan dan diinterogasi di Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina saat konser. Dua anggota juga dicekal masuk kembali.