Menkes Tetapkan 3 Jenis Vaksin Ini jadi Booster, Begini Skenarionya
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
Ilustrasi-Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi dalam simulasi penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020)./Antara-Ari Bowo Sucipto
Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus penularan Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, rata-rata penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai lebih dari 2.500 kasus hingga 3.000 kasus.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDP) Erlang Samoedro mengatakan kasus Covid-19 yang terus meningkat karena banyak orang yang sudah beraktivitas seperti biasa. Hal ini menjadi kekhawatiran karena rumah sakit kembali penuh terisi pasien Covid-19.
"RS saat ini banyak yang penuh karena lonjakan kasus tinggi, rata-rata di tempat lain juga sudah mulai tinggi," ujarnya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (7/9/2020).
Tingginya angka positif Covid-19 menurutnya sebagian besar disumbang dari klaster keluarga. Dia menuturkan bahwa keluarga menjadi klaster baru penularan virus Corona.
Transmisi ini terjadi ketika ayah atau ibu mulai menjalani aktivitas bekerja di kantor atau berdagang. Selain itu, penularan juga bisa terjadi ketika anak-anak bermain di luar rumah.
Ayah, ibu, atau anak-anak yang beraktivitas di luar rumah itu terkadang tanpa sadar sudah terinfeksi dan akhirnya menularkan ke anggota keluarga yang lain. Biasanya, kata Erlang, mereka tidak menunjukkan gejala Covid-19 pada umumnya atau memiliki gejala ringan.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar apabila merasa memiliki gejala ringan atau kontak langsung dengan pasien yang terkonfirmasi positif, sebaiknya segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan dan selanjutnya melakukan tes Covdi-19.
"Klaster keluarga membahayakan karena kita bawa virus ke dalam rumah. Di rumah ada anak-anak, orang tua. Kelompok rentan ada di keluarga," ujarnya.
Sementara itu, kehadiran klaster keluarga juga menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo. Presiden meminta jajarannya untuk mewaspadai penularan Covid-19 dari klaster keluarga, klaster perkantoran dan Pilkada 2020.
“Yang selalu kita kejar-kejar adalah tempat-tempat umum, tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus-harus hati-hati di klaster-klaster yang tadi saya sampaikan, klaster keluarga. Karena di rumah kita sudah merasa aman, justru di situlah, yang kita harus hati-hati," kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.