Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta pada Juni, Impor Lampaui Ekspor
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.
Seorang anak mengambil air dari dalam gua kars Rammang-rammang, Desa Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/9/2019)./Antara-Abriawan Abhe
Harianjogja.com, JAKARTA – Ketersediaan dan akses terhadap air bersih menjadi syarat mutlak dan penting untuk menjaga tumbuh kembang anak tetap normal. Diare dan sanitasi buruk sudah membunuh ratusan ribu anak Indonesia.
Berdasarkan Joint Monitoring Review dari WHO dan Unicef bahwa lebih dari 150.000 anak, khususnya balita, meninggal setiap tahun karena diare, pneumonia dan sanitasi yang buruk. Adapun angka stunting 30% di Indonesia. Hal ini kaitannya erat dengan ketersediaan air bersih.
Direktur Air Minum Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Yudha Mediawan mengatakan bahwa pemerintah sudah berupaya untuk memaksimalkan ketersediaan dan akses air bersih, di antaranya lewat UU No. 19 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan PP No.122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.
“Di dalam aturan-aturan tersebut mengamanatkan bahwa air minum adalah akses universal yang harus bisa mencakup seluruh masyarakat,” ungkap Yudha, Rabu (22/7/2020).
Dikatakan, dari total sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia, akses terhadap air bersih adalah 89 persen, 21 persen di antaranya adalah jaringan perpipaan, sementara sisanya non-perpipaan, dengan hidran atau dari mata air, sumur, atau sumber air lain.
“Untuk kesehatan anak dalam hal ini kami bekerja sama dengan Pemda di kabupaten/kota supaya ada perusahaan daerah air minum. Ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak Indonesia. Karena kalau tidak punya akses terhadap air minum yang aman bisa terkena penyakit tadi, diare, kolera, dan juga stunting,” ujarnya.
Yudha juga menyebut bahwa kebutuhan air setiap orang variatif, rata-rata 60 liter per orang per hari, ini harus disediakan agar tumbuh kembang anak jadi normal, disertai dengan lingkungannya yang sanitasinya harus baik, drainasenya baik, dan tempat tinggalnya layak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.
Ukraina melancarkan serangan drone ke Moskow. Rusia mengklaim lebih dari 1.600 drone dicegat dan tiga orang tewas dalam serangan tersebut.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 29,85 persen di 265 kabupaten/kota. Harga tertinggi mencapai Rp199.000 per kilogram.
Kelok 23 ramai dijajal pengendara pada hari terakhir uji coba. Evaluasi dilakukan 21 September untuk menentukan kelayakan dibuka untuk umum.
Pemerintahan Trump menyiapkan sanksi ekonomi luas terhadap ICC. Pembatasan transaksi disebut berlaku setelah masa tenggang 6-7 bulan.
Dua korban KM Virgo Transport 8 ditemukan penyelam BSG di dalam bangkai kapal dan dievakuasi dengan helikopter HR-3601 ke Banjarmasin