Elon Musk Berubah Pikiran, Karyawan Tesla Batal di-PHK
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
Aktivitas jual beli tanpa menerapkan protokol kesehatan di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020). Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang pasar terjangkit virus corona, 35 di antaranya meninggal dunia. Kasus positif tersebar pada 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kabupaten atau kota./Antara-Yulius Satria Wijaya
Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ketidakdisiplinan masyarakat untuk menggunakan masker menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar kasus penularan Covid-19.
Dia menuturkan, pemilihan masker yang tidak nyaman saat dipakai membuat orang tidak disiplin menggunakan masker dengan benar. Hal tersebut akhirnya membuat kasus penularan Covid-19 di Indonesia masih tetap tinggi.
"Kita secara signifikan melihat pada kasus dengan penularan yang tinggi ditandai dengan kesadaran menggunakan masker yang rendah," kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).
Agar masyarakat bisa lebih disiplin menggunakan masker, dia menyarankan agar masyarakat bisa memilih masker yang nyaman sehingga dapat digunakan tanpa merasa terganggu saluran pernapasannya.
"Gunakan masker yang nyaman untuk kita pakai. Masker kain kualitasnya cukup bagus, tapi kalau terlalu ketat akan membuat tidak nyaman," ujarnya.
Dia menuturkan banyak orang yang menggunakan masker kain, tetapi desainnya terlalu tebal sehingga tidak nyaman. Ada juga yang memakai masker yang tidak elastis sehingga terlalu menekan hidung.
Alhasil, pengguna hanya menutup mulut dan tidak menutupi hidungnya karena merasa tidak bisa bernapas. Hal itu membuat perlindungan tidak maksimal.
"Ibarat kita menggunakan payung bisa melindungi dari atas tapi tidak terlindungi dari samping," imbuhnya.
Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan beberapa ahli kesehatan mengatakan penyebaran Covid-19 melalui micro droplet bisa diibaratkan seperti semprotan obat nyamuk yang akan melayang di udara terus dalam ruangan tertutup.
Oleh karena itu, Yuri juga mengimbau masyarakat untuk memelihara ruangan dengan ventilasi yang maksimal dan pergerakan udara yang baik sehingga jika ditemukan droplet orang positif bisa segera keluar.
"Kalau tidak, provinsi yang masih tinggi angka kenaikan kasusnya tinggi akan semakin lambat kita kendalikan, menyusul provinsi lain yang sekarang relatif terkendali," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.