Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juli 2026, 24 Karat Rp2,275 Juta
Harga emas perhiasan hari ini Sabtu 25 Juli 2026 naik tipis. Simak daftar harga emas 24 karat hingga 5 karat di Lakuemas dan Rajaemas.
Anjing/foxnews
Harianjogja.com, JAKARTA - Sekolah Kedokteran Hewan (Penn Vet) di University of Pennsylvania memiliki program baru yakni mencoba cara bagaimana anjing bisa mendeteksi dini adanya virus corona pada tubuh manusia.
"Anjing yang dapat menunjukkan aroma COVID-19 dapat mengidentifikasi infeksi pada orang yang tidak menunjukkan gejala, dan dapat memainkan peran penting dalam penanganan penyakit itu saat orang kembali bekerja dan pembatasan sosial yang dilonggarkan, kata perwakilan Penn Vet dalam sebuah pernyataan dikutip dari livescience.
Sebelumnya, anjing juga sudah dilatih dan mampu mengendus kanker sejak 1980-an.
Banyak sel menghasilkan senyawa organik yang mudah menguap (VOC) yang memiliki bau khas dan hadir "dalam darah manusia, air liur, urin atau napas," Cynthia Otto, seorang dokter kedokteran hewan dan direktur Pusat Anjing Kerja Penn Vet, mengatakan dalam pernyataan itu.
Penelitian telah menunjukkan bahwa bau VOC yang dikeluarkan oleh sel kanker cukup unik sehingga hidung anjing yang sensitif yang memiliki hingga 300 juta detektor aroma, dibandingkan dengan sekitar 6 juta orang dapat menemukan keberadaan sel kanker di tengah sel yang sehat.
Kebanyakan anjing dapat dilatih dalam waktu sekitar enam bulan untuk mengidentifikasi bau kanker tertentu. Kemampuan yang sama dapat memungkinkan anjing untuk mengidentifikasi penyakit yang disebabkan oleh coronavirus baru.
Dalam program Penn Vet, delapan anjing pada awalnya akan dilatih di laboratorium. Lebih dari tiga minggu, mereka pertama-tama akan belajar mengenali bau COVID-19 dalam sampel air liur dan urin dari pasien yang terinfeksi, melalui teknik yang dikenal sebagai pencetakan bau.
Anjing-anjing itu kemudian akan ditugaskan untuk membedakan antara sampel-sampel itu dan sampel yang dikumpulkan dari orang-orang yang tidak menderita penyakit tersebut.
"Dampak potensial dari anjing-anjing ini dan kapasitas mereka untuk mendeteksi COVID-19 bisa sangat besar," kata Otto.
"Studi ini akan memanfaatkan kemampuan anjing yang luar biasa untuk mendukung sistem pengawasan COVID-19 nasional, dengan tujuan mengurangi penyebaran komunitas."
Anjing terlatih bisa siap untuk mulai mengendus COVID-19 pada manusia pada bulan Juli, menurut pernyataan Penn Vet.
Tetapi bisakah paparan COVID-19 menjadi ancaman bagi anjing?
Pada bulan Maret, seekor anjing peliharaan di Hong Kong dinyatakan positif COVID-19, dan para ahli menduga bahwa ia telah tertular dari pemiliknya yang terinfeksi.
Ini dianggap sebagai contoh pertama penularan COVID-19 dari manusia ke hewan. Namun, beberapa ahli ragu dengan diagnosis anjing tersebut. Awalnya, hewan itu tidak menerima tes darah yang akan mengkonfirmasi keberadaan antibodi coronavirus yang dibuat untuk melawan infeksi, dan tes darah yang dilakukan kemudian tidak menemukan antibodi coronavirus.
Namun, anjing mungkin mengalami respons imun ringan terhadap COVID-19 yang tidak memerlukan produksi antibodi spesifik. Anjing lain, di North Carolina, juga dinyatakan positif COVID-19 setelah kemungkinan menangkapnya dari pemiliknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas perhiasan hari ini Sabtu 25 Juli 2026 naik tipis. Simak daftar harga emas 24 karat hingga 5 karat di Lakuemas dan Rajaemas.
BNPB mencatat 1.730 bencana melanda Indonesia hingga 7 September 2026, berdampak pada 111.533 rumah serta ribuan fasilitas publik.
DPR menyetujui anggaran Kemenkeu 2027 sebesar Rp49,80 triliun dengan sejumlah program dan kewajiban pelaporan kinerja tiap triwulan.
Jadwal Liga Champions 2026/2027 matchday 1, termasuk Real Madrid vs Inter Milan yang live SCTV pada Rabu 9 September pukul 02.00 WIB.
DPR menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara senilai Rp370,62 miliar melalui mekanisme lelang.
Pemkot Jogja menguji penutupan sirip Malioboro secara bertahap. Akses warga, difabel, dan lansia menjadi perhatian sebelum kebijakan diterapkan.