Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Kendaraann melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang di Jakarta, Minggu (16/4). - JIBI/Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA–Jakarta menjadi daerah paling banyak terdapat pasien positif Corona.
Masifnya persebaran virus corona di Jakarta, dan tidak jelasnya cluster penularan dinilai mirip dengan kondisi Wuhan, Provinsi Hubei, China. Oleh sebab itu, Jakarta musti dikarantina wilayah atau lockdown untuk memutus mata rantai Covid-19.
Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam kepada Bisnis, Selasa (17/3/2020). Menurutnya, saat ini harus ada ketegasan pemerintah untuk melokalisir Jakarta.
Pasalnya, Jakarta cukup rawan mengekspor virus corona ke luar kota apabila tidak dikarantina wilayahnya. Dia mencontohkan kasus salah satu dosen di universitas di Yogyakarta (suspect Corona) dan pasien yang positif corona di Solo usai perjalanan dari Jakarta.
“Jakarta ini sudah kayak Wuhan. Jakarta harus lockdown total, karena sumber di sini,” tegasnya.
Namun, tuturnya, karantina wilayah harus diperhitungkan secara matang. Mulai pembatasan pergerakan transportasi, kebutuhan pangan, dan lainnya. Menurutnya, pemerintah daerah dan pusat harus singkron dalam melakukan karantina wilayah.
Sementara itu, opsi karantina wilayah menjadi salah satu rekomendasi untuk dilakukan di Jakarta dan Jawa Barat karena menjadi salah satu pusat persebaran virus corona.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam surat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dengan judul Rekomendasi Strategi Penanganan COVID-19 di Indonesia yang dilakukan pada Senin, 16 Maret 2020.
Tertera dalam rapat tersebut ada 18 ahli kesehatan beserta perwakilan dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Surat tersebut diteken oleh Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Andi Taufan Garuda Putra.
Rapat itu melakukan pembahasan mengenai strategi mengatasi wabah Covid-19 dengan menitikberatkan pada isu ketersediaan layanan dan kesiapan tenaga kesehatan, upaya pengendalian penyebaran dan mitigasi dampak, beserta komunikasi publik untuk menjaga stabilitas dan dampak sosial. Terdapat tujuh rekomendasi dalam surat tersebut.
Salah satunya adalah pembatasan sosial berupa lockdown dengan modifikasi atau aturan yang diperjelas dan tegas di daerah prioritas, seperti DKI Jakarta.
“Ssaat ini para ahli sepakat bahwa pembatasan sosial berupa lockdown dengan modifikasi atau aturan yang diperjelas, dapat memperlambat penyebaran dan menurunkan kematian akibat Covid-19,” demikian tulis rekomendasi tersebut.
Oleh sebab itu dibutuhkan alur/ mekanisme yang jelas terkait dengan sistem pembatasan sosial sesuai dengan kondisi negara atau daerah.
“Pembatasan sosial yang lebih agresif seperti lockdown dapat diberlakukan di wilayah dengan kasus Covid-19 dan menjadi episenter, seperti Jakarta atau Jawa Barat.”
Ari Fahrial Syam membenarkan adanya rapat tersebut. “Iya benar. Rekomendasinya Jakarta lockdown karena menjadi episenter Covid-19,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.