Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Jumat 23 Oktober 2026, Cek Tarif
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 23 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
Prosesi wisuda sarjana dan ahli madya periode II tahun akademik 2019/2020 IST Akprind Yogyakarta, Sabtu (18/1/2020). /Ist-Akprind.
Harianjogja.com, JOGJA - Rektor IST Akprind Yogyakarta Amir Hamzah mengingatkan perkembangan teknologi era saat ini bergerak dengan cepat. Selain dapat mengubah gaya hidup seseorang, teknologi berpotensi mengancam manusia.
Hal itu disampaikan di hadapan peserta wisuda sarjana dan ahli madya periode II tahun akademik 2019/2020 IST Akprind Yogyakarta, Sabtu (18/1/2020).
Amir mengatakan para intelektual muda saat ini harus menghadapi berbagai masalah yang multi dimensi ketika akan terjun ke masyarakat setelah lulus dari perguruan tinggi. Perkembangan teknologi yang berjalan cepat telah mengubah segala berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti gaya hidup. Meski melalui teknologi masyarakat juga dimudahkan, namun teknologi juga berpotensi mengancam dunia.
"Hasil terhebat teknologi yaitu nuklir misalnya, saat ini tengah mengancam dunia. Ribuan hulu ledak nuklir setiap satu hulu ledak memiliki daya rusak ribuan kali bom Hiroshima dan Nagasaki, cukup menghancurkan dunia. Bayangkan apa yang terjadi jika konflik AS - Iran atau konflik India - Pakistan pecah jadi perang nuklir atau perang dunia III?," ungkap Amir dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (21/1/2020).
Di sisi lain, kata dia, aplikasi teknologi dan industri juga dimanfaatkan untuk mengeksploitasi alam seperti emas, batubara, minyak, laut dan hutan secara habis-habisan. Hal ini menjadi penyumbang timbulnya kerusakan yang berpotensi menimbulkan bencana. BNPB mencatat selama 2019 saja di Indonesia terjadi 3.721 bencana, baik bencana alam maupun karena faktor manusia, seperti tsunami, gempa, kebakaran hutan, Banjir, atau tanah longsor.
"Lulusan saat ini menghadapi realitas negeri yang saat ini sedang menghadapi berbagai problem multidimensi. Maka kami berharap mereka tidak hanyut dan bingung menghadapi kondisi ini. Dengan bekal intelektual, bekal spiritual, keimanan dan ketakwaan, gunakan sains dan teknologi untuk senantiasa dalam kebenaran," katanya.
Sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan teknologi, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas. Dari sisi penelitian teknologi, kata dia, IST Akprind menunjukkan peningkatan dari status madya menjadi status utama atau peringkat.
Pihaknya juga sudah menerima hasil akreditasi perguruan tinggi (APT) 3.0 dengan peringkat baik sekali. "Ini merupakan yang pertama di L2Dikti Wilayah Yogyakarta, dan satu dari lima perguruan tinggi yang menerima status baik sekali pada gelombang pertama di Indonesia dengan instrumen APT 3.0," ucapnya.
Pada periode kali ini IST Akprind meluluskan total 169 orang, terdiri dari 153 sarjana dan 16 ahli madya. Sebanyak 35 wisudawan S1 dan tujuh di antaranya D3 berhasil lulus dengan predikat cum laude. Penghargaan tertinggi untuk lulusan terbaik program sarjana diberikan kepada Efrat N. Nainggolan dari program studi Teknik Geologi yang lulus dengan IPK 3,88 dan lulusan terbaik program D3 diberikan kepada saudara Muhammad Rajab Ranu Marjan dari Teknologi Elektronika dengan IPK 3,81.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 23 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat meminta Pemkot mengoptimalkan kampung wisata budaya agar kunjungan wisatawan lebih merata.
Gempa magnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Ogasawara, Jepang. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas Indonesia kurang dari 2% kebutuhan harian dan menyiapkan pasokan LNG serta cadangan bahan bakar.
Kemenkes membantah narasi Menkes Budi Gunadi Sadikin sesak napas saat memakai tabung oksigen di Palangka Raya dan menjelaskan tujuan kunjungannya.