DAMRI dan Perum PPD Bakal Dimerger, Ini Detailnya
Menteri BUMN Erick Thohir restu yang diberikan Presiden Jokowi untuk menyatukan dua BUMN angkutan umum, yakni Perusahaan Umum (Perum) DAMRI dan Perum PPD
Ilustrasi-Pelabuhan penyeberangan Merak di Kota Celegon, Provinsi Banten./Bisnis-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan meresmikan empat pelabuhan penyeberangan di Sulawesi Tenggara dengan total anggaran Rp291 miliar dari APBN.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pelabuhan penyeberangan ini diharapkan dapat menciptakan konektivitas antarpulau sehingga tercipta penyelenggaraan transportasi yang andal dan terintegrasi.
Empat pelabuhan penyeberangan itu yakni Raha - Pure di Kabupaten Muna dan Bombana - Tanjung Pising di Kabupaten Bombana.
Budi menerangkan sejalan dengan pembangunan prasarana tersebut Kemenhub menyiapkan kapal penyeberangan di beberapa tempat.
"Kami sangat berharap bahwa aspek keselamatan di penyeberangan ditingkatkan, seperti harus ada life jacket dalam setiap kapal, sejumlah penumpang yang naik," kata Budi Setiyadi.
Budi berharap kehadiran pelabuhan penyeberangan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Muna dan Kabupaten Bombana.
"Saya mengingatkan dan meminta kepada seluruh jajaran aparatur perhubungan di daerah agar terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi khususnya angkutan penyeberangan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bertransportasi harus terus menjadi perhatian karena kita harus mampu mengajak masyarakat menciptakan budaya bertransportasi yang aman dan nyaman," tutur Budi.
Budi juga meminta pemerintah kabupaten Muna dan Bombana sebagai pengelola Pelabuhan Penyeberangan agar memperhatikan kondisi fasilitas pelabuhan. Hal itu mellputi sisi kebersihan, ketertiban dan keamanan bagi pengguna jasa angkutan penyeberangan serta melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas pelabuhan dengan rutin.
Keempat pelabuhan penyeberangan tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dengan dana dari APBN. Pelabuhan-pelabuhan tersebut telah diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah.
Adapun beberapa informasi dari pelabuhan penyeberangan dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pelabuhan Penyeberangan Raha dibangun dengan biaya APBN selama 3 (tiga) tahun anggaran yaitu TA. 2016 sampai dengan TA. 2018 dengan total biaya Rp69.876.096.000
2. Pelabuhan Penyeberangan Pure dibangun dengan biaya APBN selama 4 (empat) tahun anggaran yaitu TA. 2015 sampai dengan TA. 2018 dengan total Rp72.790.143.000
3. Pelabuhan Penyeberangan Bombana dibangun dengan biaya APBN selama 3 (tiga) tahun anggaran yaitu TA. 2015 sampai dengan TA. 2017 dengan total Rp70.032.952.502
4. Pelabuhan Penyeberangan Tj Pising dibangun dengan biaya APBN selama 3 (tiga) tahun anggaran yaitu TA. 2015 sampai dengan TA. 2017 dengan total Rp80.680.127.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Menteri BUMN Erick Thohir restu yang diberikan Presiden Jokowi untuk menyatukan dua BUMN angkutan umum, yakni Perusahaan Umum (Perum) DAMRI dan Perum PPD
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.