Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Ilustrasi. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA-- Kecelakaan maut terjadi di Tol Lingkar Luar Jakarta, Selasa (3/9/2019) malam. Tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menduga Aiptu Imran Yasin tewas akibat menderita luka pada organ dalam usai terlibat kecelakaan dengan truk.
"Kemungkinan terjadi pendarahan di dalam badan. Tapi penyebab pastinya akan dibuktikan melalui hasil autopsi," kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo di Jakarta, Rabu (4/9/2019)
Dugaan luka dalam berdasarkan hasil pengamatan tim medis terjadi pada beberapa organ, di antaranya jantung dan paru-paru.
Hasil pemeriksaan forensik juga mendeteksi luka luar seperti lecet dan memar pada bagian pipi, dahi, leher, lutut kiri, dan dada kanan.
Jasad anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu hingga kini masih dalam proses outopsi tim medis setelah dirujuk dari RS Dr Suyoto, Jakarta Selatan pada pukul 01.31 WIB.
Almarhum Aiptu Imran Yasin sebelumnya dikabarkan tewas setelah terlibat kecelakaan dengan truk di lintasan Tol Lingkar Luar Jakarta, tepatnya di kawasan Ciledug arah Meruya pada pukul 22.50 WIB.
Korban bersama rekannya, Brigadir Daniel pada saat kejadian sedang menilang pengendara truk bernomor polisi B 9817 WCB di bahu jalan. Posisi kendaraan Dinas PJR Nomor Polisi 12789-VII berada di belakang kendaraan Truk Box No.Pol B-9817-WCB.
Tiba-tiba dari arah belakang meluncur Truk Hino B-9527-QI yang dikemudikan oleh pengendara berinisial AGS dan menabrak kendaraan dinas korban.
Saat itu Imran dan Daniel telah turun dari mobil dinas dan menghampiri pengendara truk untuk memproses surat penilangan.
Brigadir Daniel dikabarkan selamat, namun menderita luka di beberapa bagian tubuh.
Kasus tersebut tengah dalam penanganan intensif kepolisian setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.