KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Gus Mus/NU Online
Harianjogja.com, JAKARTA- Eks Presidium Alumni (PA) 212 Faizal Assegaf menyebut tokoh agama KH Mustofa Bisri alias Gus Mus takabur.
Faizal menyinggung Pemimpin Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin tersebur lewat akun Twitter pribadinya. Faizal Assegaf menyoroti dukungan yang diberikan Gus Mus kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti.
Menurutnya dukungan tersebut dinilai sebagai sifat takabur, lantaran menganggap Susi Pudjiastuti sebagai orang yang tepat dalam jajaran menteri Presiden Joko Widodo.
"Pa @gusmugusmu sangat takabut seolah hanya Susi satu-satunya yang diposisikan sebagai prang bersih di hadapan @jokowi," kicau @faizalassegaf, Kamis (15/8/2019).
Ia menegaskan, apa yang dilakukan Gus Mus justru membuka keburukan Menteri Susi Pudjiatuti di depan khalayak.
"Gus Mus lupa, BPK & Kemenkeu justru telah membuka ke publik secara terang buruknya Susi. Wajar toh Susi super sibuk cari dukungan untuk tutupi kebohongannya!," lanjutnya.
Lantas Faizal Assegaf kembali menyinggung definisi sifat takabur menurut versinya. Ia memberikan saran kepada Gus Mus untuk lebih objektif dalam memberikan dukungan selayaknya tokoh agama yang dijadikan panutan rakyat. Bukan malah secara terang-terangan memihak kepada seseorang.
"Pak @gusmugusmu sebagai tokoh gama, mesti objektif dan jujur pada publik. Jangan karean kedekatan emosional dengan Bu Susi Pudjiastuti lantas betindak \'ngeyel\'. Ulama itu mendengar suara rakyat kecil secara jernih, tidak memuja pejabat dengan klaim sepihak. Itu namanya ngelantur & takabur," cuit @faizalassegaf.
Dalam ocehan sebelumnya, dituliskan sikap Gus Mus tidak akan mengubah stigma masyarakat tentang Bu Susi yang sering dijuluki Faizal sebagai \'Ratu Bajak Laut\'.
Ia meminta menteri kelahiran Pangandaran itu terbuka akan berbagai hal yang terjadi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Ya silakan saja @gusmugusmu dukung Bu Susi, tapi hal itu tidak dapat mengubah reaksi publik yang secara pelan-pelan mulai memahami kinerja Susi mirip \'Ratu Bajak Laut\'. Makanya Bu Susi gusar, panik dan super sibuk untuk menutupi ihwal tersebut. Kalau bersih ya buka aja forum, kita beradu data," tantang @faizalassegaf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.