Lebih dari 44 Ribu Anak dari Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SIDOARJO--Polresta Sidoarjo masih mendalami pembuat dokumen palsu untuk anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan, pelaku penipuan yang tertangkap di Sidoarjo pada Senin (22/7/2019) dan Selasa (23/7/2019).
Kanit Pidum Polresta Sidoarjo Iptu Hafid Dian Maulidi di Sidoarjo mengatakan tersangka Imam Dhofir alias Bambang Supeno, 54, yang merupakan pimpinan sindikat penipuan perekrutan anggota BIN gadungan mendapatkan dokumen dari rekannya di Solo, Jawa Tengah.
Imam Dhofir membayar Rp100.000 untuk mendapatkan pengenal anggota BIN, surat pinjam pakai senjata, surat pengangkatan dan surat perintah yang semuanya dibubuhi tanda tangan Kepala BIN dan berstempel.
"Sebatas keterangan akan kami kembangkan, kalau barang bukti ada dan ditemukan bisa mengarah jadi tersangka juga," kata Hafid.
Diduga pembuat dokumen palsu dari Solo itu juga yang membuat dokumen-dokumen palsu lainnya untuk korban yang direkrut Imam Dhofir dan rekannya anggota BIN gadungan, Sunarto.
Sementara, dua tersangka yang ditangkap adalah Sunarto asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo dan Imam Dhofir alias Bambang Supeno asal Jalan Bhayangkara, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Bandar Lampung.
Penangkapan berawal pada saat tersangka Sunarto berkenalan dengan tersangka Imam Dhofir, yang mengaku bernama Bambang Supeno, anggota BIN. Selain dua tersangka itu, polisi juga melakukan pengejaran terhadap satu tersangka lagi berinisial AL yang juga melakukan penipuan merekrut anggota BIN gadungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.