New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Logo Muhammadiyah./Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA- Kalender Islam global kini tengah dikaji organisasi Islam Muhammadiyah.
Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah menggelar “Konsolidasi Paham Hisab Muhammadiyah tentang Kalender Islam Global” bertempat di Aula Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cikditiro 23 Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019).
Disampaikan Syamsul Anwar Ketua MTT PP Muhammadiyah, penyelenggaraan kegiatan tersebut dalam rangka melaksanakan putusan muktamar ke-47 di Makassar pada tahun 2015 sebagai upaya memperjuangkan kalender Islam global dan internasional.
“Dalam rangka pelaksanaan ini, alangkah pentingnya kita harus paham dan mengkaji terlebih dahulu, sebelum kita menyampaikan hal ini kepada masyarakat luas,” kata Syamsul.
Syamsul menambahkan, kegiatan ini bukan kali pertamanya MTT PP Muhammadiyah membahas masalah kalender Islam. “Tarjih sejak tahun 2015 telah mengadakan dengan judul kegiatan yang berbeda-beda, umumnya adalah halaqah paham hisab Muhammadiyah. Bahkan kita mengundang dari beberapa organisasi lain bagaimana mereka merespons kalender Islam global tersebut,” terangnya.
Menurut Syamsul, pemahaman tentang kalender hijriyah global dan internasional ini belum dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat. Hal tersebut karena ada ketentuan tentang hisab dan rukyat yang memerlukan pemahaman khusus.
“Berangkat dari hal tersebut, MTT PP Muhammadiyah berjuang bagaimana agar persyarikatan dapat mensosialisasikan kalender sebagai isu-isu strategis kummatan,” katanya.
Syamsul berharap, kegiatan ini bisa dipahami dan diterima setidaknya di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Nantinya, MTT PP Muhammadiyah juga akan mengadakan Training of Trainer (ToT) untuk wilayah-wilayah agar informasi sampai ke wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.