Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Ilustrasi kapal tanker/reuters
Harianjogja.com, TEHERAN – Kapal tanker membawa minyak dikabarkan hilang di laut yang menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sebuah kapal tanker berbendera Panama dilaporkan menghilang saat berlayar melalui Selat Hormuz, yang belakangan ini menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Kapal tanker \'Riah\' biasanya membawa minyak dari Dubai dan Sharjah ke Fujairah, sebuah perjalanan dengan jarak kurang dari 200 mil laut yang dapat ditempuh kapal itu dalam waktu satu setengah tahun. \'Riah\' melaporkan posisinya di lepas pantai Dubai pada 7 Juli lalu.
Namun, saat melewati Selat Hormuz pada Sabtu malam pekan lalu, sinyal lacak kapal itu tiba-tiba mati tepat sebelum tengah malam, setelah menyimpang dari jalurnya dan menunjuk ke arah pantai Iran. Menurut data pelacakan laut, sinyal dari Riah belum dinyalakan kembali dan kapal itu pada dasarnya menghilang.
Media Israel melaporkan berita hilangnya \'Riah\' pada Selasa, dan menjadikannya sebagai perkembangan lain dalam kisah penyerangan terhadap sejumlah kapal tanker yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. RT, Rabu (17/7/2019) melaporkan bahwa media tersebut juga menyoroti mengenai sumpah dari Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Selasa yang menyatakan akan membalas penahanan kapal Iran oleh Inggris di dekat Gibraltar pada awal bulan ini.
Seorang juru bicara perusahaan pelayaran yang memiliki ‘Riah’, General Trading Mouj-al-Bahar yang berbasis di Sharjah, mengatakan bahwa kapal tersebut telah “dibajak” oleh otoritas Iran. CNN melaporkan bahwa komunitas intelijen AS "semakin yakin" bahwa kapal tanker itu dipaksa masuk ke perairan Iran oleh sayap angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Islam elit Iran, tetapi belum mengungkapkan sumbernya.
Namun, Teheran belum mengakui lenyapnya \'Riah,\' bahkan untuk menyangkal dugaan \'pembajakan.\' Armada Kelima AS yang berpatroli di wilayah itu selama beberapa bulan terakhir juga menyatakan bahwa mereka tidak melihat kehadiran \'Riah\'.
Provokasi asing menjadi salah satu kemungkinan yang diangkat, melihat ketegangan yang semakin meningkat di wilayah itu, namun baik Iran mau pun AS sama-sama menyatakan tidak ingin terjadi perang.
Dugaan lain adalah kapal tanker itu melakukan perdagangan ilegal dengan mematikan pelacaknya dan merapat di pelabuhan Iran dan mengangkut minyaknya, yang merupakan pelanggaran atas sanksi AS. Kapal China, “Sino Energy 1” dilaporkan juga menghilang dengan cara yang sama bulan lalu sebelum muncul kembali dengan muatan penuh minyak dan berlayar ke arah yang berlawanan.
Namun, “Riah” adalah kapal milik perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) yang hampir tidak mungkin melakukan bisnis dengan Iran, karena hubungannya dengan Arab Saudi dan perbedaan politik yang sangat tajam.
Dengan berbagai laporan yang saling bertentangan beredar dan belum ada bukti yang konkret, keberadaan “Riah” sejauh ini masih belum diketahui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.