Demokrat Dukung Prabowo, Kadernya Justru Mengkritik #2019GantiPresiden

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7). - Suara.com/Oke Dwi Atmaja
15 Agustus 2018 20:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Meski Demokrat di atas kertas mendukung pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk menggantikan presiden Joko Widodo, namun kritik terhadap kubu Prabowo sendiri terus dilancarkan kader partai berlambang Bintang Mercy tersebut.

Artis lawas Neno Warisman, Ketua DPP PKS Mardani Ali Serta, serta Isa Anshari, dilaporkan Emak Militan Jokowi Indonesia ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (14/8/2018), sebagai inisiator gerakan #2019GantiPresiden.

Selang sehari, Rabu (15/8/2018), Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melontarkan kritik terhadap gerakan #2019GantiPresiden, meski tak merujuk pada ketiga orang yang dilaporkan ke polisi tersebut.

”Gerakan #2019GantiPresiden bukan untuk mengganti Presiden, tapi itu hanya taktik dua istri muda untuk menaikkan uang belanja. Rakyat dimobilisasi, elitenya bagi-bagi uang,” tulis Andi Arief melalui akun Twitter miliknya.

Mardani Ali Sera, tampaknya meladeni "kicauan" Andi Arief tersebut. Melalui akun Twitter pribadinya, Mardani menegaskan gerakan #2019GantiPresiden legal.

"Gerakan #2019GantiPresiden adalah Legal, Sah dan Konstitusional. Berikut saya sampaikan payung hukum yang menguatkannya. Ayo terus bergerak."

Sementara kepada Suara.com, Neno Warisman mengakui belum mengetahui perihal laporan tersebut. Atas laporan itu, ia menyerahkan semua ke kuasa hukumnya.

"Nanti diserahkan ke kuasa hukum, karena ada tim khusus, saya jalan saja, menyampaikan kebaikan," kata Neno Warisman seusai memberikan tausyiah di Masjid Balai Kota Depok, Rabu siang.

Sumber : Suara