Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi UNBK./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JAKARTA-Munculnya keluhan tentang soal matematika dalam ujian nasional tingkat SMA mendapat tanggapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik Kemdikbud Muhamad Abduh mengatakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Matematika sudah sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan.
"Dari perspektif kami, soal-soal yang diujikan sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan," ujar Abduh kepada Antara di Jakarta, Jumat (13/4/2018).
Sementara dari pihak siswa, lanjut dia, terlihat sebagai soal yang sulit dikerjakan. Padahal soal-soal yang ada di soal UN tersebut sudah sesuai dengan kisi-kisi soal UN yang diberikan.
Mulai tahun ini, Kemdikbud mulai memberlakukan soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi atau "high order thinking skills" atau HOTS pada Ujian Nasional (UN) 2018. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dari UN tersebut dengan memasukkan soal HOTS tersebut.
Soal seperti itu nantinya akan menjadi standar pelaksanaan UN hingga 2025. Sehingga mendeteksi kemampuan siswa.
"Untuk tahun ini, baru 10 persen dari jumlah soal untuk yang memerlukan daya nalar tinggi." Pemberlakuan soal dengan daya nalar tinggi tersebut, menuai protes dari peserta UN tingkat SMA. Mereka beramai-ramai menyerbu akun Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy) untuk melayangkan protes.
Akun @alessaky misalnya menulis "bapak,tolong dong buat klarifikasi atau angkat bicara mengenai pembuatan soal UN Matematika SMA yang tidak sesuai kisi-kisi itu.kami butuh penjelasan apa maksud dari hal tersebut".
Kemudian akun @ramonarahmawati menulis "Sudah puas pak bu dengan UNBK yang telah bapak ibu terapkan? Saya berdoa semoga hasilnya memuaskan, jika tidak memuaskan itu bukan salah kami semua sebagai pelajar. Tidak 1 atau 2 yang mengeluh mengenai soal-soal yang terdapat di unbk, hampir rata-rata orang yang saya temui mengeluh mengenai soal-soal unbk tersebut, terkhusus matematika yang katanya terdapat soal yang berbau SBMPTN. Pak bu, disini kami judulnya menjalankan UNBK bukan SBMPTN, soal-soal yang terdapat selama di unbk tidak sesuai ekspetasi kami sebagai pelajar pak bu. Kami belajar selama 3 tahun berasa tidak mencapai level apapun dari bapak ibu yang membuat soal tersebut. Mohon realita saja pak bu. Terimakasih".
Akun instagram pustekkom_kemdikbud juga tak lepas dari protes peserta UN yang mengeluhkan soal yang tidak sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan.
Akun @dzakii29 menulis "materi yang saya pelajari dari kisi-kisi dan simulasi banyak gak keluar, soal hidrolisis aja cuma satu".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.