Gandeng PP Muhammadiyah, BPJS Kesehatan Perkuat JKN di Ranah Akademik
BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah bekerja sama memperkuat Program JKN melalui edukasi, penelitian, magang, dan peningkatan literasi jaminan sosial di 165 pergurua
Kain ecoprint./Ist
JOGJA-Event ini adalah salah satu program kerja tahun ke-2 dari Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI), yaitu pelaksanaan The Borobudur International Ecoprint Flag 2022. Acara ini terinspirasi dari acara Untaian Ecoprint Indonesia (UEI) dan masih dalam salah satu rangkaian dari acara UEI yang diselenggarakan pada tahun 2020.
Dalam acara ini akan diselenggarakan beberapa agenda yaitu pengibaran 1001 kain ecoprint yang telah dikumpulkan dari 28 provinsi, tidak hanya dari Indonesia namun juga dari manca negara. Dari Indonesia terdapat bendera ecoprint yang dibuat oleh para anggota AEPI dan juga non AEPI. Sedangkan dari manca negara terdiri dari negara Australia, Amerika, India, Jerman, Inggris dan negara lainnya.
Selain itu dalam acara The Borobudur International Ecoprint Flag 20222 juga akan dilaksanakan salah satu program untuk mendukung program Kebaya Goes to Unesco dimana para peserta dan panitia akan mengenakan kebaya bagi peserta putri dan mengenakan pakaian adat bagi yang putra. Namun uniknya semua ini harus berbahan utama ecoprint.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan ngecobar, mengeco ecoprint bersama yang saat ini akan menghadirkan sebuah tehnik ecoprint dengan kombinasi mordant dari Ibu Penny Jewell, seorang ecoprinter dari Perth, Western Australia dan juga Masrur dari brand Arae, seorang ecoprinter dari Bogor, Indonesia. Tehnik ini akan dilakukan secara bersama-sama yang nantinya hasil dari ecoprint dari Penny dan Masrur akan dilelangkan dalam acara di The Borobudur International Ecoprint Flag 2022.
Agenda selanjutnya yaitu talk show yang akan menghadirkan pembicara Penny Jewell dan juga Ketua AEPI Puthut Ardianto yang akan membahas terkait dengan prinsip seorang ecoprinter. Dalam talk show ini akan dipandu oleh MC, Tulus Angga.
Setelah talk show berlangsung, acara selanjutnya yaitu lelang hasil ecoprint oleh Ibu Penny Jewell dan Masrur yang nantinya hasil dari lelang akan disumbangkan ke panti asuhan putri Muhammadiah di kabupaten Magelang.
Bustanul Arifin, Ketua Panitia Pelaksana The Borobudur International Ecoprint Flag 2022 menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara ini salah satunya adalah untuk menjadi ajang silaturahmi bagi para ecoprinter baik itu angota AEPI maupun non AEPI yang mana saat ini telah terkumpul kurang lebih 234 jumlah peserta yang ikut dalam acara pada pagi hari ini.
Ketua AEPI, Puthut Ardianto menambahkan bahwasanya saat ini anggota AEPI itu sendiri berjumlah 1378 yang tersebar di 9 wilayah antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan dan Kawasan Timur Indonesia.
Dengan adanya jumlah anggota yang sekian banyak dalam usia 2 tahun, AEPI memiliki salah satu tujuan selain untuk menggaungkan semangat slow fashion namun juga ingin menggaungkan prinsip bahwasanya seorang ecoprinter tidak hanya sekedar mengambil sumber daya alam sekitar, tetapi juga ikut melestarikannya dengan cara penanaman bersama. Dan pada hari ini juga akan dilasanakan penanaman pohon-pohon ecoprint di kawasan Borobudur.
Diharapkan event ini berdampak positif, baik bagi para ecoprinter sebagai pelaku usaha dan juga geliat pariwisata di kawasasn candi Borobudur pasca pandemi.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah bekerja sama memperkuat Program JKN melalui edukasi, penelitian, magang, dan peningkatan literasi jaminan sosial di 165 pergurua
Kabut asap karhutla menyebabkan 14 penerbangan internasional rute Singapura-Pontianak dan Singapura-Palembang dibatalkan demi keselamatan.
Pemkab Aceh Barat menyiapkan 10.000 masker untuk mengantisipasi kabut asap kiriman. Aktivitas masyarakat dan sekolah masih normal.
Ribuan warga Portugal berunjuk rasa menuntut kenaikan upah, perbaikan pensiun, layanan publik, dan perumahan dengan harga terjangkau.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.