Advertisement

Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Magelang Nomor Satu di Jawa Tengah

Nina Atmasari
Rabu, 21 September 2022 - 16:57 WIB
Nina Atmasari
Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Magelang Nomor Satu di Jawa Tengah Bupati Magelang Zaenal Arifin saat memberikan arahan pada acara Rembuk Stunting secara virtual, Selasa (20/9/2022). - Ist/dok Prokompim Pemkab Magelang

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG- Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Tengah pada Tahun 2022 Kabupaten Magelang berhasil memperoleh peringkat nomor satu dalam hal pelaksanaan kinerja delapan aksi percepatan penurunan stunting.

Hal itu diungkapkan Bupati Magelang Zaenal Arifin, saat membuka Acara Rembuk Stunting dengan tema 'Penguatan Komitmen Multi Pihak Untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Magelang' bertempat di Artos Hotel Magelang secara daring, Selasa (20/9/2022).

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras dari unsur Pemerintahan ataupun non Pemerintahan. Saya juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras semua pihak dalam kontribusi percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Magelang," ungkap Zaenal.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Baca juga: UAD Bantu Warga Olah Rempah dengan Teknologi Berbasis Solar Dome

Ia mengatakan hasil penilaian dari Provinsi Jawa Tengah tersebut harus disyukuri bersama, karena merupakan wujud apresiasi pengakuan atas kinerja Pemerintah Kabupaten Magelang selama ini.

"Namun demikian hasil penilaian tersebut jangan membuat kita terlena, kita harus semakin berkomitmen untuk bisa lebih baik melalui peningkatan kinerja, dari sisi perencanaan, pelaksanaan, sampai monitoring dan evaluasi, sehingga target-target yang sudah ditetapkan bisa direalisasikan, khususnya penurunan angka stunting di Kabupaten Magelang," katanya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), capaian angka stunting di Kabupaten Magelang selama lima tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan, berada pada angka 37,58 persen pada Tahun 2017, dan pada tahun 2021 berdasarkan data aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) angka stunting turun menjadi 14,76 persen.

Baca juga: Diproyeksi Surplus, Pengusaha Ayam Potong Perlu Manfaatkan Resi Gudang

Rembuk Stunting kali ini merupakan langkah penting yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara OPD penanggungjawab pelayanan dengan desa dan lembaga non pemerintahan.

Advertisement

Sekretaris Bappeda dan Litbang Kabupaten Magelang, Agus Widodo melaporkan penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak dan mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal, hal ini berisiko menurunkan produktivitas anak di masa depan.

Sementara tujuan diadakannya rembuk stunting ini untuk mengetahui hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Magelang secara terintegrasi, Mendeklarasikan komitmen Pemerintah Daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, dan membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten Magelang.

Adapun peserta acara Rembuk Stunting terdiri dari unsur Forkominda, DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten, semua Perangkat Daerah, Camat, Perguruan Tinggi, BUMN, BUMD, Baznas, Dunia Usaha, Organisasi sosial dan Organisasi masyarakat, serta media massa.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ditinggal Beli Makanan, Motor di Dapur Digondol Maling

Kulonprogo
| Kamis, 29 September 2022, 11:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement