Korban Scam di ASEAN Naik Jadi 45%, Ekonomi Digital Dibidik
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Ilustrasi Obat COvid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sebanyak 300.000 paket obat yang akan dibagikan secara gratis dan bertahap kepada pasien positif bergejala ringan maupun tanpa gejala.
Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan bahwa paket obat tersebut disediakan oleh Kimia Farma dengan dukungan TNI, sedangkan pembagiannya dilakukan oleh Babinsa, Babinkamtibnas dengan koordinasi dinkes dan puskesmas.
“Peluncuran paket obat gratis itu akan dilakukan oleh Bapak Presiden [Jokowi] dalam minggu ini,” katanya dalam konferensi pers, yang dilansir YouTube BNPB, Selasa (13/7/2021).
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggandeng 11 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan pengiriman obat secara gratis.
BACA JUGA: RS Rujukan Covid-19 di Kota Jogja Butuh Ribuan Liter Oksigen Setiap Hari
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa paket obat dan konsultasi telemedicine juga diintegrasikan dengan laboratorium-laboratorium PCR.
“Kalau teman-teman ingin melakukan uji PCR bisa dilakukan lewat telemedicine ini. Kalau positif bisa langsung diteruskan,” ungkap Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Prabowo mengakui pelaksanaan MBG masih memiliki banyak kekurangan. Sebanyak 353 orang dipecat dan BGN menguji CCTV berbasis AI.
Dino Patti Djalal membantah hoaks bertamu ke rumah Dubes Singapura bersama Saiful Mujani dan menilai kabar itu sebagai upaya menggiring opini.
Arema FC menang 4-0 atas Dewa United di Stadion Kanjuruhan. Careca mencetak dua gol, disusul Samuel Otusanya dan Juliam Guevara.
Anggota VI BPK Fathan Subchi meninggal dunia pada usia 56 tahun saat menjalankan tugas pemeriksaan di Moskow, Rusia, Minggu (25/10/2026).
Warga Cawan menghentikan penambangan pasir dan batu dengan alat berat di bantaran Sungai Progo karena mengancam konservasi dan wisata Mbudho Island