Ekspor Furnitur Ditargetkan US$6 Miliar, Industri Minta Akses Modal
Industri furnitur membidik ekspor US$6 miliar pada 2031, tetapi keterbatasan modal kerja dan akses pembiayaan masih menjadi tantangan.
Ilustrasi/universetoday.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Kapal alien disebut sempat mengunjungi Bumi pada 2017 silam. Peristiwa itu diungkap astronom dari Harvard Avi Loeb dalam bukunya Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth.
"Pendekatan yang benar adalah dengan bersahaja dan berkata: \'Kami tidak istimewa, ada banyak budaya lain di luar sana, dan kami hanya perlu menemukannya," sebutnya dikutip JIBI dari Phys.org, Rabu (10/2/2021).
Pria berusia 58 tahun dan telah menerbitkan ratusan makalah dan berkolaborasi dengan orang-orang top seperti mendiang Stephen Hawking itu menyebut objek luar angkasa bernama Oumuamua atau pramuka dalam bahasa Hawaii sempat menyapa bumi.
Tepatnya pada Oktober 2017, para astronom mengamati sebuah objek yang bergerak begitu cepat dan mungkin berasal dari bintang lain atau melakukan lompatan antarbintang (interstellar).
Astronom berpendapat objek itu tidak tampak seperti batu biasa, karena setelah mengitari matahari, dia melaju dan menyimpang dari lintasan yang diharapkan dan didorong oleh kekuatan misterius.
Awalnya para astronom mengira itu hanyalah komet yang identik dengan mengeluarkan gas dan puing-puing. Namun setelah diamati, objek ini tidak melakukan pelepasan gas. Objek itu juga jatuh dengan cara yang aneh.
Dari pengamatan pun objek tersebut terlihat sesekali menjadi lebih terang, lebih redup, dan sangat bercahaya. Kemungkinan benda itu terbuat dari logam terang.
Untuk menjelaskan apa yang terjadi, para astronom harus membuat teori baru. Misalnya menduga bahwa objek terbuat dari es hidrogen dan oleh karena itu tidak memiliki jejak yang terlihat atau ia hancur menjadi awan debu.
"Ide-ide yang muncul untuk menjelaskan sifat spesifik Oumuamua selalu melibatkan sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya," ujar Loeb.
Sementara itu, Oumuamua tidak pernah difoto secara close-up selama singgah di bumi. Loeb mengatakan para astronom hanya mengetahui keberadaannya begitu sudah dalam perjalanan keluar dari tata surya kita.
Ada dua bentuk yang sesuai dengan kekhasan yang diamati yakni panjang dan tipis seperti cerutu atau pipih dan bundar seperti panekuk, hampir setipis silet. Loeb mengatakan simulasi mendukung yang terakhir, dan percaya objek itu sengaja dibuat sebagai layar cahaya yang didorong oleh radiasi bintang.
Keanehan lainnya adalah cara benda itu bergerak. Sebelum berjumpa dengan matahari, Oumuamua sedang relatif diam terhadap bintang-bintang terdekat, secara statistik sangat jarang. Daripada menganggapnya sebagai kapal yang meluncur di luar angkasa, dari sudut pandang objek, tata surya kita menabraknya.
"Mungkin Oumuamua seperti pelampung yang beristirahat di hamparan alam semesta. Seperti kabel perjalanan yang ditinggalkan makhluk cerdas, menunggu untuk dipicu oleh sistem bintang," tutur Loeb.
Kendati demikian, argumen Loeb tidak sepenuhnya diamini seluruh astronom. Menulis di Forbes, astrofisikawan Ethan Siegel menyebut Loeb sebagai ilmuwan yang pernah dihormati, setelah gagal meyakinkan rekan-rekannya tentang argumennya.
Loeb sempat memprotes sebuah "budaya penindasan" di akademi yang menghukum mereka yang mempertanyakan ortodoksi, seperti halnya Galileo dihukum ketika dia menyatakan bahwa Bumi bukan pusat alam semesta.
Dibandingkan dengan cabang fisika teoretis yang spekulatif namun dihormati seperti mencari materi gelap atau multiverse, katanya pencarian kehidupan alien adalah jalan yang jauh lebih masuk akal untuk dikejar.
Itulah mengapa Loeb mendorong cabang baru astronomi, "arkeologi luar angkasa", untuk berburu tanda tangan biologis dan teknologi makhluk luar angkasa.
"Jika kita menemukan bukti untuk teknologi yang membutuhkan waktu jutaan tahun untuk berkembang, maka kita bisa mendapatkan jalan pintas ke dalam teknologi ini, kita bisa menerapkannya di Bumi," kata Loeb, yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah pertanian Israel membaca filosofi kehidupan dan mempertanyakannya itu.
Penemuan seperti ini menurtunya juga bisa memberi rasa yang sama bahwa makhluk luar angkasa juga makhluk hidup. "Daripada bertarung satu sama lain seperti yang sering dilakukan negara, kami mungkin akan bekerja sama," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Industri furnitur membidik ekspor US$6 miliar pada 2031, tetapi keterbatasan modal kerja dan akses pembiayaan masih menjadi tantangan.
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
KPK memeriksa sejumlah saksi dari pihak swasta untuk mendalami dugaan aliran uang kepada oknum di BNPB dalam kasus korupsi dana siap pakai.
Pemkot Jogja menyiapkan Rp1 miliar pada 2027 untuk mengembangkan integrated farming di Bener sebagai pusat edukasi dan produksi pangan.
Apple mengakui laporan layar bagian dalam iPhone Duo retak di sekitar engsel. Pengguna terdampak dapat mengajukan penggantian melalui AppleCare.
Konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan risiko fatty liver. Dokter menjelaskan penyebab, gejala, risiko, dan cara mencegahnya.