Menlu Retno Ingatkan Kesetaraan Akses Terkait Vaksin Covid-19

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan akses terhadap vaksin Covid-19, jika sudah ditemukan. - ANTARA/Wahyu Putro A
10 Juni 2020 12:17 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi kembali menekankan pentingnya kesetaraan akses vaksin Covid-19 di forum internasional. Kali ini, Menlu Retno menyampaikan soal kesetaraan akses di forum Ministerial Coordination Group on Covid-19 (MCGC) dengan tema “The Importance of Vaccine Development to Fight COVID-19 Pandemic”, Selasa, 9 Juni 2020.

Pertemuan dilaksanakan melalui virtual conference itu dihadiri oleh Indonesia, Singapura, Filipina, Republik Korea, Australia, Kanada, Peru, dan Maroko. Dalam pertemuan MCGC, Menlu Retno menyampaikan tiga hal utama terkait kolaborasi pengembangan vaksin.

Pertama, perlunya menciptakan mekanisme yang adil berdasarkan kajian ilmiah dalam rangka penyaluran vaksin (apabila vaksin sudah ditemukan), terutama perhatian bagi negara-negara tertentu untuk dapat memperoleh kesetaraan akses terhadap vaksin.

Demikian juga pertimbangan terhadap risiko penyebaran kembali virus, jika terdapat negara yang tidak memiliki jangkauan untuk vaksin.

Kedua, perlunya memastikan transfer of knowledge dari para produser vaksin kepada negara-negara untuk kelancaran peningkatan kapasitas produksi, termasuk penyesuaian aturan terdapat pada TRIPs (Trade Related Intellectual Property Rights) dan kebijakan hak paten terhadap tanggung jawab sosial.

“Diperlukan fleksibilitas dalam aturan kekayaan intelektual, termasuk pengaturan dalam TRIPs, untuk mendorong pengembangan vaksin yang terjangkau. Kebijakan hak paten harus mempertimbangkan tanggung jawab sosial, khususnya dalam situasi pandemi," kata Retno seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (10/6/2020).

Ketiga, perlunya mendorong lebih banyak kerja sama internasional dalam rangka pengembangan dan produksi vaksin.

Menlu Retno menyampaikan pentingnya sinergi di tingkat nasional dan internasional. “Politisasi terhadap vaksin harus dihindari," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Indonesia telah memiliki suatu konsorsium nasional dengan kemitraan multipemangku kepentingan dan tim nasional pengkajian vaksin sebagai upaya mempercepat pengembangan vaksin.

Selain itu, saat ini Indonesia tengah mengembangkan kerja sama potensial dengan sejumlah mitra internasional dengan penggunaan DNA dan platform virus tidak aktif. Indonesia juga mengundang kerja sama kolaborasi untuk mitigasi pandemi dengan mitra internasional lainnya.

“Kami amat mendorong kolaborasi global dari mulai manufaktur, penelitian, dan lainnya dari para pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan vaksin Covid-19", pungkas Menlu Retno.

Pertemuan MCGC merupakan pertemuan tingkat menteri yang dilaksanakan berkala dalam rangka kerja sama internasional dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia