Tingkat Kematian Tertinggi Covid-19 di Inggris, Bukan di AS

Mobil ambulans siaga di sebuah rumah sakit di London, Inggris, di tengah pandemi corona. - Bloomberg
28 Mei 2020 22:57 WIB M. Syahran W. Lubis News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia terbanyak di dunia terkait dengan virus corona Covid-19 tetap terjadi di Amerika Serikat dengan menembus 100.000 pada Kamis (28/5/2020), tetapi tingkat kematian tertinggi ada di Inggris.

Berdasarkan data European Centre for Disease Prevention and Control yang dikutip Bisnis.com pada Kamis malam ini, jumlah korban meninggal terkait dengan Covid-19 di AS mencapai 101.762 orang, padahal hingga siang tadi dilaporkan masih 99.031 orang meninggal.

New York masih menjadi episentrum bencana ini dengan mencatatkan jumlah kematian 23.282 orang, diikuti New Jersey 11.081, Massachusetts 6.304, Michigan 5.223, Pennsylvania 5.096, Illinois 4.790, dan California 3.708 orang.

Secara keseluruhan, jumlah kasus positif Covid-19 di dunia hingga 1 jam lalu mencapai 5.690.182 dengan korban meninggal dunia mencapai 355.575 orang.

Meski jumlah terbanyak korban tewas ada di AS, menurut analisis The Financial Times yang dikutip Business Insider, tingkat kematian tertinggi terjadi di Inggris.

Britania Raya (Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara) mencatat korban tewas 59.537 sejak pertengahan Maret—terbanyak kedua setelah AS—sehingga tingkat atau rasio kematian mencapai 891 per 1 juta orang atau tertinggi di dunia, apalagi mengingat jumlah populasi Inggris jauh lebih sedikit dibandingkan dengan AS.

FT juga menemukan bahwa negara-negara yang memberlakukan lockdown lebih awal untuk memperlambat penyebaran virus umumnya memiliki tingkat kematian yang secara signifikan lebih rendah daripada negara-negara yang tidak melakukannya.

Dari 19 negara yang dianalisis seperti Norwegia, Denmark, dan Chile—yang semuanya memberlakukan lockdown nasional ketika mereka mencatat relatif sedikit kasus virus korona—memiliki tingkat kematian yang sangat rendah.

Negara-negara yang memberlakukan lockdown ketika infeksi Covid-19 telah menyebar secara signifikan ke seluruh populasi, termasuk AS, Inggris, Spanyol, dan Italia, memiliki tingkat kematian yang secara signifikan lebih tinggi.

Sumber : Bisnis.com