Hasto Wardoyo Pimpin Kampanye Gerakan Pengasuhan Anak

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memberikan keterangan pada wartawan usai acara Gerakan Pengasuhan Anak dalam rangka peringatan Hari Anak 2019 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Minggu (21/7/2019). - ANTARA/Aditya Ramadhan
21 Juli 2019 15:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Bertempat di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Minggu (21/7/2019), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengampanyekan Gerakan Pengasuhan Anak dalam rangka memperingati Hari Anak Tahun 2019.

Gerakan itu bertujuan membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya mengasuh anak dengan baik dan positif sesuai hak anak.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan keluarga perlu memiliki kualitas yang memadai untuk dapat memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak.

Namun, kondisi saat ini banyak keluarga yang dinilai belum memahami peran, tugas, dan kewajiban sebagai orang tua.

Untuk itu, katanya, kualitas keluarga perlu ditingkatkan sehingga orang tua dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.

"Keluarga sangat berperan penting bagi perkembangan anak, karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam keluarga dan pengaruh emosional terbesar juga berasal dari keluarganya. Perkembangan anak ditentukan oleh apa yang dialami, seperti cara berperilaku orang tua atau orang dewasa yang baik, seperti dengan mengajak berbicara dan membacakan buku serta menyediakan bahan permainan bagi anak," kata dia.

Dia mengatakan kuantitas dan kualitas interaksi yang dimiliki anak seperti interaksi dengan keluarganya dan teman-teman sebayanya juga berdampak besar terhadap perkembangan anak.

Hasto menerangkan ada tiga kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi dalam mendidik karakter anak, yaitu asih, asah, dan asuh.

Ia menjelaskan bahwa asih merupakan kasih sayang dari orang tua sebagai faktor penting dalam tumbuh kembang anak dan pengembangan karakternya, karena hal tersebut akan menimbulkan rasa percaya diri dan mengurangi gangguan mental-emosional anak.

Asuh atau pengasuhan, kata dia, antara lain meliputi pemberian nutrisi yang cukup, tempat bermain yang memadai, perawatan saat sakit, dan lingkungan yang sehat serta baik.

Ia mengatakan untuk menjadikan anak kreatif maka aspek asah berperan penting, di mana aspek itu meliputi pendidikan nonformal dan formal, termasuk stimulasi dan olahraga.

"Tujuan dari kegiatan Gerakan Pengasuhan Anak ini adalah terwujudnya kesadaran orang tua, anggota keluarga lainnya dan masyarakat tentang pentingnya pengasuhan berbasis hak anak dan pembinaan tumbuh kembang anak untuk mewujudkan kemandirian, kepercayaan diri, dan karakter anak," kata Hasto.

Sumber : Antara