Berikut Tips Sehat untuk Jamaah Haji Hadapi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi

Pelaksanaan ibadah haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. - Reuters
12 Juli 2019 11:47 WIB Ria Theresia Situmorang News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jemaah haji Indonesia harus menyesuaikan diri selama di Arab Saudi. Perjalanan panjang selama 9 jam di pesawat dan suhu ekstrem di Arab Saudi membutuhkan adaptasi yang tak mudah bagi jamaah haji Indonesia.

“Jamaah saya minta banyak makan buah-buahan dan sesering mungkin minum air zam-zam. Jemaah juga harus bisa mengendalikan kondisi kesehatannya. Hindari lelah yang berlebihan,” ujar Eka Jusup Singka, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan pada Jumat (12/7/2019).

Saat melakukan penyuluhan kesehatan kepada jamaah haji Kloter JKS 03 di Sektor 2 Madinah, pada Rabu (10/7/2019) pagi waktu setempat, petugas kesehatan haji dari Tim Promotif Preventif (TPP) Kemenkes 2019 menyampaikan kiat berhaji sehat. 

Siti Kunjanaeni, salah seorang anggota TPP, menekankan perhatian pada keadaan lingkungan di tanah suci yang berbeda dengan tanah air, khususnya pada suhu yang sangat panas dan kelembaban yang rendah. 

Kondisi ini tentu bisa berakibat pada dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Oleh sebab itu ia selalu mengingatkan para jemaah tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD).

“Kelembaban sangat kering sehingga gampang terjadi mimisan dan tanpa kita sadari dehidrasi. Jadi kita menyarankan semua jemaah setiap kali keluar pondokan harus pakai APD,” ujar Neni.

Bagi jamaah haji yang punya penyakit kronis bawaan juga dianjurkan agar mengonsumsi obat secara teratur yang waktunya disesuaikan dengan waktu Arab Saudi. Begitu juga waktu konsumsi makanan katering yang tertera batasan jam makan pada kemasannya.

Mona, anggota TPP lainnya, juga menyampaikan materi tentang pengaturan siklus haid. Menurutnya, pengendalian hormon kewanitaan ini penting agar para jamaah haji wanita dapat berhaji dengan tenang.

Terakhir, Mona berpesan bila ada jemaah yang mengalami masalah kesehatan segera menghubungi atau berkonsultasi dengan dokter kloternya.

Pembinaan kesehatan yang dilakukan oleh TPP ini juga disertai bimbingan ibadah dan penyampaian informasi lainnya terkait perlindungam jamaah, akomodasi dan ziarah oleh petugas kloter lainnya.

Sumber : Bisnis.com