Fahri Hamzah Nilai Pemilihan Pimpinan Parlemen Tak Akan Bergejolak

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah - ANTARA/Aprillio Akbar
18 Juni 2019 19:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai ke depan tidak akan terlalu banyak gejolak dalam pemilihan posisi pimpinan di parlemen.

Menurutnya, berbeda dari tahun 2014, untuk pemilihan pimpinan DPR sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Pemilu. Dengan demikian, partai pemenang pemilu akan kebagian jatah ketua DPR dan selanjutnya para wakil akan diatur berdasarkan peringkat raihan kursi di DPR.

Karenanya, dia berharap Anggota DPR yang seharusnya bisa bersikap kritis. Fahri mengungkapkan pentingnya memiliki parlemen yang bisa bersikap kritis terhadap segala kebijakan pemerintah.

Hanya saja dia melihat belum ada tanda-tanda DPR akan semakin kuat guna menjaga prinsip check and balances dalam demokrasi.

“Bahkan, belakangan ini muncul kebijakan Menteri Keuangan yang bertujuan untuk memangkas anggaran DPR RI hingga Rp2 triliun,” ujarnya saat menjadi nara sumber pada diskusi Forum Legislasi bertema “UU MD3 dan Komposisi Pimpinan Parlemen” di Media Center DPR, Selasa, (18/6/2019).

Turut hadir sebagai pembicara, Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali (F-PG), Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari (F-PDI Perjuangan), dan Wakil Ketua DPD Akhmad Muqowam.

“DPR RI seharusnya memiliki anggaran yang otonom, yang pengaturannya tidak dilakukan oleh eksekutif. Karena sistem kerjanya berbeda dengan eksekutif,” ujarnya.

Sementara itu, Eva Sundari mengatakan kalau Ketua DPR dijabat oleh kader PDIP Puan Maharani maka Indonesia akan mencatat sejarah baru. Di sejumlah negara perempuan pernah menjabat sebagai ketua parlemen.

Dia tidak membantah kalau Puan merupakan salah satu calon kuat untuk posisi ketua DPR. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu tercatat sebagai peraih suara terbanyak di wilayah pemilihannya di Jawa Tengah, sedangkan PDIP tercatat sebagai peraih suara terbanyak pada Pemilu 2019.

Sumber : Bisnis.com