Megawati Apresiasi Hitung Cepat Lembaga Survei, Minta Publik Tetap Tunggu Hasil Hitung Resmi KPU

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedua kiri) disaksikan Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (kedua kanan), usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
17 April 2019 21:37 WIB Samdysara Saragih News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengapresiasi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang mendukung Jokowi-Ma’ruf sehingga memperoleh suara terbanyak versi hitung cepat. Meski demikian, Megawati mengingatkan bahwa hitung cepat bukanlah hasil resmi penghitungan suara Pilpres 2019.

“Seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo, harus tunggu hasil resmi KPU. Mudah-mudahan hasil KPU nanti Pak Jokowi meneruskan tugas sebagai Presiden RI” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam.

Megawati juga mengomentari pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengajak pendukungnya tidak terprovokasi menanggapi hasil hitung cepat. Dia sependapat dengan pendampingnya dalam Pilpres 2009 itu karena perbedaan politik tidak semestinya berujung pada perpecahan bangsa.

“Makasih banyak karena telah menginstruksikan jangan terprovokasi dan sama-sama menjaga untuk tidak terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita boleh saja berbeda, tapi kita adalah sama-sama warga bangsa,” tuturnya.

Tiga lembaga survei yang bekerja sama dengan Bisnis.com mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019. Hingga pukul 20.07 WIB, Indikator Politik Indonesia menyatakan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 54,07 persen total suara sah, sedangkan Prabowo-Sandi 45,93 persen. Sementara itu, Charta Politika menyebutkan Jokowi-Ma’ruf meraup 54,47 persen berbanding 45,53 persen yang didapatkan oleh Prabowo-Sandi.

Begitu pula hasil hitung cepat Poltracking Indonesia yang mengumumkan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 55,17 persen suara, sedangkan Prabowo-Sandi 44,83 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia