Di Bantul, 2 Kotak Surat Suara Rusak Terkena Hujan

Pekerja merakit kotak suara berbahan dupleks di gedung bekas Pengadilan Agama (PA) Wonosari, Rabu (13/2/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
17 April 2019 07:47 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Hujan deras disertai angin yang terjadi Selasa (16/4/2019) siang sempat menghentikan sementara proses distribusi logistik dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau desa ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Didik Joko Nugroho mengatakan meski sempat dihentikan sementara, proses distribusi logistik selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Hanya ada beberapa losgistik yang basah terkena hujan, yakni di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan dan Desa Bantul, Kecamatan Bantul.

"Dua bilik suara di Ngestiharjo basah dan sudah kami lakukan penggantian kotak suara baru. Di Desa Bantul juga ada laporan dua bilik suara sudah kami ganti," kata Didik, di kantor KPU Bantul, Selasa (16/4/2019) malam.

Khusus untuk penggantian dua bilik suara di Desa Bantul, kata Didik, bukan karena terkena hujan, melainkan memang salah hitung sehingga kurang dari awal dan sudah diusulkan. Sementara dua kotak suara yang basah karena hujan diakui Didik karena kurang hati-hati. "Itu pas diturunkan karena kurang hati-hati. Bagian pinggirnya basah dari pada nanti rusak parah maka diganti," ujar Didik.

Ia menegaskan proses distribusi logistik dari PPA ke KPPS sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti dan selesai pada Selasa sore. Sebanyak 3.040 TPS jua sudah siap, bahkan ada beberapa TPS yang didesain semenarik mungkin atau unik.