Soal Janji Capres dan Caleg, Mahfud MD : Pejabat dan Penjahat Beda Tipis

Guru Besar Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Prof Mahfud MD. - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 April 2019 18:32 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Janji-janji pemilu para capres dan cawapres serta caleg dinilai tak bisa dipercaya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengaku tidak mempercayai visi-misi para kandidat Pemilu, Calon Presiden (Capres) atau Calon Legislatif (Caleg) di Pemilu 2019. Bahkan, Mahfud mengaku sudah lama skeptis dengan semua janji-janji yang disampaikan para peserta pemilu.

Menurut Mahfud, visi-misi yang dipublikasi oleh para kontestan Pemilu dibuat oleh timnya. Bahkan kandidatnya sendiri disebut Mahfud tidak mengerti visi-misinya. Meskipun mengerti, kata dia, visi-misi itu juga tidak akan dilaksanakan bila nantinya terpilih sebagai wakil rakyat.

Mahfud juga mengatakan yang disampaikan oleh para kandidat hanya yang baiknya dan pasti menyembunyikan kejelekannya. Keburukan yang sudah dilakukan, kata Mahfud masih ditutupi lalu di kemas dalam visi-misi yang terlihat baik dan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Itu (visi-misi) yang formalitas begitu kadangkala yang buat enggak ngerti, kemudian kalau ngerti juga tidak dilaksanakan juga, itu kan hanya janji semata, semua pasti menyembunyikan yang jelek," ujar Mahfud MD, dalam acara diskusi bertajuk Pilih yang Bersih, Cek Rekam Jejak di kantor MMD Initiative Senen, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Mahfud menyamakan, kelakuan penjabat negara berbeda tipis dengan penjahat. Sebab, menurutnya, banyak pejabat yang melakukan kejahatan setelah berhasil mendapatkan kekuasan dan nasibnya berakhir di penjara setelah terkena operasi tangkap tangan (OTT) penyidik KPK.

"Berbeda tipis antara pejabat dan penjahat. Sekarang jadi pejabat dan besoknya di OTT. Maka jadi penjahat ada yang begitu, karena yang diumumkan dan dikerjakan itu tidak selalu sama," kata Mahfud.

Sumber : Suara.com