Prabowo-Sandi Akui Jateng adalah Medan yang Sulit

Djoko Santoso memberikan keterangan terkait dengan langkah pemenangan Prabowo-Sandi dalam pemilihan presiden 2019. - Bisnis/Jaffry Prakoso
24 Maret 2019 19:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Djoko Santoso mengakui Jawa Tengah adalah wilayah yang sulit.

"Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah perlu perjuangan, karena termasuk medan yang berat," kata Djoko Santoso, di sela kampanye terbuka perdana pasangan calon 02 di Lapangan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Minggu (24/3/2019).

Kampanye akbar yang digelar oleh sukarelawan Pengusaha Solo dan Sekitarnya (Pesona) #02 bekerja sama dengan BPN Prabowo-Sandiaga tersebut, diawali dengan berolahraga bersama dan dilanjutkan orasi dukungannya terhadap pasangan calon 02.

Djoko Santoso yang juga mantan Panglima TNI tersebut mengatakan jadwal kampanye perdana Sandiaga ke Kabupaten Sragen, sedangkan Prabowo ke Manado dan Makassar.

"Saya sebagai ketua BPN Prabowo-Sandiaga mendapat jatah di Solo. Suara Jateng Insya Allah ada peningkatkan dari paslon Prabowo-Sandiaga. Suara di Sulawesi Selatan bisa masuk paslon 02, tetapi di Sragen perlu perjuangan medannya berat," tutur Djoko.

Djoko mengatakan suara di Jawa Barat dimenangi oleh pasangan calon 02, sedangkan Jateng jika bisa sama-sama kuat.

"Jabar 02 menang, saya akan pertahanan suara di Jabar, dan saya akan rebut Jawa Tengah. Jika Jateng dan Jatim kedua paslon sama-sama kuat sudah menang 02," klaimnya.

Menyinggung soal strategi, Djoko mengatakan strategi umum dari BPN Prabowo-Sandiaga sudah diturukan ke daerah, dan mereka bisa mengembangkan sendiri sesuai kondisi wilayahnya masing-masing.

Pasangan calon 02, kata dia, sebanyak 12 provinsi yang belum dikuasasi Prabowo-Sandiaga antara lain dua wilayah di Papua, Ambon, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Jateng, dan Jatim.

"Namun, kami tidak memaksakan diri, dan tetap berdoa hasilnya kami serahkan kepada Tuhan. Jangan sampai hanya karena Pemilu terjadi konflik," ujarnya.

Sumber : Antara